1 March 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Partai Gerindra Surabaya Siapkan Strategi Hadapi Pemilu 2029

61 / 100 SEO Score

Gerindra Surabaya

Surabaya – DPC Partai Gerindra Surabaya menggelar retret kader di Ubaya Training Centre (UTC) Trawas, Mojokerto, akhir pekan ini. Kegiatan yang diikuti ratusan kader dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) itu difokuskan pada konsolidasi internal dan antisipasi dinamika politik menjelang Pemilu 2029, terutama terkait kemungkinan pemekaran daerah pemilihan (dapil) di Surabaya.

Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menyebut retret ini menjadi momentum penyamaan langkah partai menghadapi perubahan peta politik kota. Menurutnya, isu pemekaran dapil harus dipersiapkan sejak awal karena berpengaruh pada strategi pemenangan, distribusi kader, dan perencanaan komunikasi politik.

“Kita harus siap jika jumlah dapil dan kursi DPRD Surabaya bertambah. Struktur partai harus solid dan bekerja berbasis data sejak sekarang,” ujar Cahyo, Minggu (9/11/2025).

Isu pemekaran dapil mengemuka setelah Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXII/2024 membuka peluang penyesuaian jumlah kursi legislatif berdasarkan pertumbuhan penduduk. Saat ini DPRD Surabaya memiliki 50 kursi. Jika jumlah penduduk mencapai minimal tiga juta jiwa, kursi berpotensi meningkat menjadi 55.

Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe, menjelaskan bahwa kemungkinan penambahan kursi harus diprediksi dan dipersiapkan sejak sekarang. Penambahan kursi akan mengubah komposisi dapil, peta persaingan, dan pola kampanye di tiap wilayah kota.

“Kita menyiapkan langkah teknis dan administratif, termasuk memperbarui data kependudukan. Representasi politik harus proporsional, dan itu perlu data yang valid,” ujar Cak Yebe, yang juga Ketua Komisi A DPRD Surabaya.

Ia menambahkan, DPC akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) untuk memetakan sebaran penduduk dan potensi perubahan komposisi dapil.

Sementara itu, Sekretaris DPC Gerindra Surabaya, Bahtiyar Rifai, menekankan bahwa penguatan struktur internal menjadi fondasi utama menghadapi perubahan dapil. Setiap PAC diminta menyusun peta kerja politik berbasis wilayah, termasuk pemetaan jaringan lokal, tokoh masyarakat, dan isu yang paling dekat dengan warga.

“Konsolidasi bukan hanya soal strategi pemenangan, tetapi memastikan seluruh kader merasa terlibat dalam langkah partai,” kata Bahtiyar yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya.

Retret di Trawas ini menjadi langkah awal Gerindra Surabaya memasuki fase persiapan politik jauh sebelum masa kampanye dimulai. Fokusnya jelas: memahami dinamika dapil, memperkuat basis kader, dan memastikan kesiapan struktur menghadapi Pemilu 2029 dalam peta politik Surabaya yang berpotensi berubah. info/red

61 / 100 SEO Score