7 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Konflik Gembong Sawah, Ketua RT: Kami Kuatir Pemkot Surabaya Sudah Kalah dan Takluk Oleh Pengusaha

59 / 100 SEO Score

Cak Dji di Gembong Sayuran

Surabaya – Pemerintah Kota dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya didesak untuk segera menutup atau menyegel tempat usaha air minum galon yang beroperasi  diwilayah RT 7/RW 3, Jalan Gembong Sayuran, Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Surabaya.

Ketua RT 7/RW 3, Adi Santosa, menjelaskan bahwa permintan warga agar pemerintah kota untuk segera menutup usaha air minum galon itu berawal dari konflik yang sudah terjadi sejak 2016 antara warga dengan pengusaha. Awalnya, warga mengeluhkan kerusakan jalan akibat aktivitas mobil logistik pengangkut galon yang melewati wilayah permukiman.

“Paving-paving ambles, tutup box culvert banyak yang pecah, jalanan hancur karena truk-truk berat sering lewat,” ungkap Adi.

Selain kerusakan fisik, warga juga mengeluhkan gangguan lain seperti bisingnya suara bongkar muat galon, parkir sembarangan yang menghalangi akses kendaraan warga, serta jam operasional yang tidak sesuai norma.

“Kami di sini banyak lansia. Mereka butuh istirahat, tapi terganggu oleh aktivitas bongkar muat yang dilakukan pagi hingga sore hari,” tambahnya.

Adi menegaskan bahwa warga tidak menolak adanya usaha di lingkungan mereka, tetapi mereka meminta agar usaha tersebut tidak merugikan kampung dan lingkungan.

Kami sudah mengadukan hal ini kepihak pemerintah kota mulai dari Kelurahan, Kecamatan bahkan Wakil Walikota Surabaya Armuji pun sudah datang ketempat kami dan melihat secara langsung, tapi sampai saat ini Lebaran sudah berlalu pihak pengusaha galon tetap saja beroperasi ditempat itu.

“Ada info yang mengatakan bahwa pengusaha tersebut beberapa saat yang lalu setelah kunjungan pak wawali ketempat tersebut sang pengusaha bertemu dengan Pak Armujji minta dispensasi setelah Lebaran baru akan menutup usahanya. tapi buktinya apa sampai saat ini Lebaran sudah usai pihak Pemkot tetap saja belum menutup usaha galon itu.” jelas Adi kepada awak media, Selasa (08/04).

Konflik ini sudah berlangsung sejak 2016 jadi warga disini sudah capek dan bosan dengan ulah dan trik pengusaha galon yang sudah meresahkan warga tersebut. kami capek dan kuatir pihak pemkot mulai dari  kelurahan sampai wakil walikotapun terkesan sepertinya juga sudah kalah,takluk dan menuruti kemauan sang pengusaha tegas Adi. info/red

 

59 / 100 SEO Score