
Surabaya, Pustakalewi.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ingin menciptakan kampung bebas sampah sebagai implementasi dari kegiatan Surabaya Smart City (SSC) 2022.
”SSC ini digagas sejak 2018. SSC bukan hanya lingkungan, tetapi ada smart environment, smart economy, smart health, smart society, dan smart technology. Inilah yang kami nilai semuanya, karena saya ingin dengan SSC ini menjadi kota yang guyub dan rukun,” kata Eri Cahyadi seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Kamis (8/12).
Menurut dia, seluruh perwakilan setiap RW di Kota Pahlawan pada tahun ini mengikuti kegiatan SSC 2022 dengan tujuan menciptakan perkampungan zero waste. Selanjutnya, mobilitas karang taruna dan UMKM di perkampungan bisa membantu pergerakan ekonomi antar warga.
”Yang kuat membantu yang lemah, karena sejatinya bernegara ya itu sistemnya. Ini yang dikemas dalam lomba SSC, Surabaya Bergerak ini sekarang bergerak dalam bentuk smart city. Kalau dilihat Surabaya Bergerak ini ada kerja bakti, ada guyub rukun, kami lombakan dalam smart city, karena Surabaya Bergerak adalah terjemahan dari kegiatan smart city untuk menciptakan kampung yang aman, tenang dan penuh toleransi,” ujar Eri.
Dia mencontohkan, dalam meningkatkan perekonomian di dalam sebuah kampung, seperti yang dilakukan di Rumah Padat Karya Pakar Adem Kalisari Jasa Service/Cuci AC telah menjalankan smart society. Di kampung itu, melalui program padat karya membuka jasa service/cuci AC yang digerakkan camat dan lurah dengan menggandeng seluruh perusahaan di Kota Surabaya.
”Hasilnya, dalam waktu 3 minggu, mampu menghasilkan omzet Rp 8 juta dengan 5 pekerja. Bayangkan kalau satu kampung itu tahu warga Surabaya belum mendapat pekerjaan dan masih menganggur. Dia bisa mengembangkan dengan produk UMKM, lalu dimasukkan dalam situs belanja daring E-Peken dan digerakkan pemkot,” tutur Eri.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pada Roadshow SSC 2022 telah memasuki tahap 75 besar. Adapun indikator penilaian terbesar terdapat pada pengelolaan lingkungan dengan nilai 30 persen dan ekonomi kerakyatan dengan nilai 20 persen.
”SSC ini selain ke lingkungan juga untuk pemberdayaan UMKM. Diharapkannya saat SSC selesai, lingkungan bisa lebih baik dan ekonomi kerakyatan akan tumbuh dengan lebih baik. Karena masih ada empat kali roadshow dan diharapkan awarding akan dilakukan pada Desember 2022 di Taman Surya,” terang Hebi.
Selama 6 bulan penilaian, Hebi mengaku, banyak permasalahan lingkungan yang dapat diurai para peserta SSC 2022. Selain harus menambah UMKM, peserta juga harus membenahi lingkungan. Contoh di RW 6 Kelurahan Kalisari, awalnya terdapat 3-4 meter kubik sampah, mulai menurun menjadi 2 meter kubik.
”Kami harapkan bisa menjadi nol (sampah). Hal ini sesuai dengan arahan Pak Wali Kota bahwa nanti melalui SSC ini lingkungan yang kita sasar adalah sampah supaya sampahnya menjadi nol (zero waste),” papar Agus Hebi. Info/red

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Klaim Program JKN Makin Kuat Tembus 282,7 juta Jiwa Total Penduduk Indonesia
Film ‘Foufo’, Angkat Kisah Alien Mendarat di Keluarga Madura Yang Membawa Pengalaman Baru Bagi Karina Aliya
Dari Atas Aspal ke Dunia Digital, Mahasiswa MM FEB UNAIR Hadirkan Program DANDAN untuk Driver Ojol Perempuan Surabaya