
Sidoarjo,pustakalewi.com – Singapore National Academy (SNA) Waru menjadi tempat penyelenggaraan kompetisi pengolahan data pertama dan terbesar di Jawa Timur. Kompetisi bertajuk East Java Data Hackathon 2022 ini diselenggarakan oleh Junior Chamber International (JCI) Jawa Timur, selama 3 hari mulai tanggal 18 hingga 20 November 2022.
Ketua Panitia East Java Data Hackathon 2022 Charisel Lim menjelaskan kompetisi ini diikuti 110 mahasiswa dari sekitar 20 perguruan tinggi di Jatim. Tujuan kompetisi ini adalah untuk memberikan ruang bagi anak-anak muda mengembangkan usahanya dalam peningkatan keahlian untuk menavigasi kehidupan yang kompleks dan penuh perubahan. Mengingat bahwa teknologi digital dan pengolahan data menjadi salah satu kunci penting untuk navigasi masa depan yang kompleks.
Para peserta kompetisi ini bersaing memperebutkan Piala Gubernur Jatim dan juga total hadiah sebesar Rp 50 juta yang diberikan langsung oleh Emil Dardak selaku Wakil Gubernur Jawa Timur pada acara penutupan 20 November lalu. Support diberikan bagi para anak muda untuk menggunakan tekonologi dan memecahkan permasalahan melalui perlombaan ini.
Singapore National Academy (SNA) memiliki tujuan yang sama dengan JCI mengenai pembekalan anak muda dalam pemecahan masalah. Menurut Fenny Kodradjaja, selaku Dean of Support and Services SNA, “penting sekali untuk membekali anak-anak muda generasi penerus bangsa tidak hanya dengan kemampuan akademis, namun juga dengan 21st century skills. Kemampuan seperti kolaborasi, komunikasi, problem solving dan teknologi justru merupakan bekal yang perlu dimiliki setiap orang dalam menjalani hidupnya secara riil serta meraih kesuksesan di masa depannya. Di SNA sendiri, kami memiliki kegiatan pengembangan 21st century skills melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti basket, robotic, Model United Nations, home economic (cooking), junior engineering dan lain lain. Seperti kompetisi Hackathon ini, kegiatan ekstrakurikuler ini tidak hanya mengajarkan materi mengenai basket, memasak, robot, dsb namun juga di dalamnya melatih kemampuan siswa dalam berkolaborasi, komunikasi, teknologi dan juga problem solving.”
Mendengar tujuan kompetisi ini pertama kalinya, Fenny mengatakan bahwa dirinya sangat antusias dan mendukung penuh kegiatan ini serta berharap di tahun-tahun ke depan Hackathon 2023 dan seterusnya dapat diadakan kembali di kampus SNA dengan jenjang pendidikan peserta yang lebih luas termasuk mahasiswa serta siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).
Acara tersebut juga mendapat dukungan langsung dari Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Sandiaga Uno, mengajak para mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dalam mengolah dan mengelola data untuk mencari solusi permasalahan digital. “Kami mendukung acara JCI Jatim 2022,” ujar Sandiaga Uno secara virtual saat membuka acara East Java Data Hackathon 2022.
Dalam kampanye ini, JCI juga menggandeng Pemprov melalui Diskominfo Jatim. Hudiyono, Kepala Diskominfo Jatim yang turut hadir saat pembukaan acara pada tanggal 18 November 2022 tersebut mengatakan, kompetisi ini sejalan dengan salah satu rencana Pemprov Jatim yaitu Millennium Job Center (MJC). MJC mewadahi anak-anak muda berbakat dan memberikan ruang untuk mengoptimalkan kemampuannya, ujarnya.
Hudiyono terkesan dengan para peserta East Java Data Hackathon 2022 dengan kemampuannya yang luar biasa dalam mengolah data. Pasalnya, data merupakan informasi yang dibutuhkan masyarakat termasuk dalam pembangunan, data juga dibutuhkan. SNA menantikan dapat menjadi bagian dari kompetisi dan proses pembelajaran lainnya dimana siswa bisa secara optimal mengasah keterampilan dan pengetahuannya. Info/red

Berita Lainnya
KKN 2026 Mahasiswa Untag Sasar 29 Desa di Gresik Utara
Mahasiswa Doktoral IPB Diskusi Pangan dan Manajemen di Bogasari
Dosen UK Petra Soroti Pajak Progresif di JHT, Usul Dialihkan ke SBN Tanpa Potongan Pajak