2 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

BI Perluas Penggunaan QRIS melalui Face Recognotion di Pesantren

9 / 100 SEO Score
qris
Pedagang Jakarta Gunakan QRIS. Warga membayar menggunakan pembayaran QRIS di gerai kopi di Jakarta, kemarin. Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mencatat pertumbuhan pedagang yang menerapkan sistem pembayaran QRIS mencapai 191% sejak 2020. Hingga 31 Januari 2022, tercatat 3,2 juta pedagang di Jakarta yang telah menggunakan QRIS atau sebesar 21% dari pangsa pasar nasional. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Surabaya – Bank Indonesia (BI) berencana memperluas penggunaan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) untuk santri dan santriwati untuk menunjang kebutuhan finansial di pesantren melalui sistem face Recognition.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Filianingsih Hendarta mengatakan rencana penggunaan sistem face recognitionatau pengenalan wajah pada QRIS akan semakin mempermudah proses transaksi pembayaran di pesantren karena selama ini santri dan santriwati tidak diperbolehkan menggunakan gawai. “Melalui teknologi ini, nantinya santri dan santriwati ini hanya perlu memindai wajahnya lalu sistem akan langsung menghubungkan dengan data rekening santri dan memotong uang di rekening sesuai dengan jumlah yang dibayarkan,” kata dia dalam Side Event G20- Digital Finance to Support Financial Inclusion, Sabtu (16/7/2022).

Adapun face recognition merupakan teknologi yang dapat mengidentifikasi biometrik wajah secara real time dengan mengambil fitur-fitur wajah. “Kita tahu bahwa pesantren mereka tidak mengizinkan ustaz, santri untuk membawa handphone,” ujar Filianingsih.

Rencana penggunaan fitur pembayaran ini sudah masuk dalam tahap uji coba dan BI sudah bekerja sama dengan lembaga bank dan nonbank. Meski demikian belum dapat dipastikan kapan penerapannya mulai dilaksanakan. “Jadi saat ini sandbox kita sudah ada, bersama dengan beberapa provider bank dan nonbank akan kita gunakan face recognition untuk mereka,” kata dia.

Menurutnya penggunaan BI Fast dan QRIS akan terus diperluas melalui edukasi dan kampanye dengan kementerian lain. Bahkan untuk tahun ini BI bersama Kemendag menargetkan 250 lebih dan pasar tradisional akan menggunakan QRIS. “QRIS merupakan bentuk protokol kesehatan yang sangat cocok karena tidak bersentuhan, tidak berinteraksi, berinteraksi langsung,” jelasnya.

Adapun berdasarkan data dari laman ditpdpontren.kemenag.go.id, jumlah santri di seluruh Indonesia sebanyak 4,17 juta orang yang tersebar di 27.722 pesantren. info/red

9 / 100 SEO Score