
Surabaya – Seiring membaiknya iklim perekonomian global, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) percaya diri bahwa ekspor mobil Indonesia sepanjang tahun 2022 berada dalam tren positif. Hal ini juga diamini pemangku kepentingan lainnya baik produsen mobil (car maker), asosiasi bisnis, dan operator pelabuhan terminal kendaraan.
Gaikindo mematok target ekspor mobil nasional ke mancanegara sebesar 300.000 unit pada tahun 2022 naik dari 2021 sebanyak 294.639 unit. Hingga kini, ekspor kendaraan bermotor dari berbagai merek itu dilakukan dari Tanjung Priok, Jakarta yang dikelola PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). “Pengelola pelabuhan di Priok (IPCC) pelayanannya semakin bagus dari banyak hal,” kata Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara dalam keterangan tertulisnya Senin (20/6/2022).
Kukuh menilai, dari kacamata industri, kegiatan ekspor akan lebih efisien jika dilakukan dari pelabuhan terdekat. Hal ini juga bergantung pada shipping company. “Kapalnya mau bersandar di pelabuhan mana,” kata dia.
Sementara para produsen mobil hanya sebagai pengguna jasa kapal atau pelabuhan. Untuk rute kapal misalnya ke Singapura, Timur Tengah, atau yang lain ditentukan perusahaan pelayaran. Dengan demikian peran pengelola pelabuhan penting agar kapal-kapal berukuran besar bisa melayani ekspor dengan volume banyak dari Indonesia.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Industri Johnny Dharmawan menilai, mengalihkan ekspor mobil dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain bukan perkara mudah. Hal itu lantaran ekspor mobil bergantung pada shipping company yang melayani. “Yang penting sekarang adalah bagaimana pelabuhan itu efisien,” paparnya.
Mulai tumbuhnya ekspor kendaraan ini, disambut baik Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Rio TN Lasse. Rio mengatakan, hampir semua pabrikan mobil di Indonesia melakukan pengurusan ekspor mobil melalui terminal IPCC di Tanjung Priok, Jakarta. Selain untuk ekspor mobil, terminal IPCC juga pelabuhan pengiriman mobil antarpulau di Indonesia, dan melayani impor. “Selain mobil dan alat berat, terbuka untuk proses loading-unloding produk-produk kargo lainnya,” ujar Rio TN Lasse.
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, merupakan bagian dari Pelindo Group yang saat ini berada di bawah Sub-Holding Pelindo Multi Terminal pascamerger Pelindo, yang mengkhususkan pada layanan penanganan pelabuhan untuk kendaraan. Kini sekitar 50.000-60.000 kendaraan untuk tujuan ekspor maupun impor ditangani setiap bulan. Pasca-merger Pelindo, IPCC telah memperluas layananan di hampir semua pelabuhan utama di Indonesia. Selain di Pelabuhan Tanjung Priok, IPCC juga memberikan layanan di pelabuhan Belawan, Panjang Lampung, Gresik, Pontianak dan Makasar.
Pabrikan mobil nomor satu dan yang terbesar di Indonesia, Toyota, memercayakan pengurusan ekspor mobil melalui Terminal Internasional PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Direktur Corporate Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMIN), Bob Azam pernah mengatakan pelabuhan terminal kendaraan milik IPCC di Tanjung Priok, sampai hari ini masih menjadi andalan utama pengurusan ekspor mobil rakitan dalam negeri (completely built up/CBU) dari Toyota. “Mobil kami ada yang diproduksi di Sunter dan di Karawang. Sebagian besar kita ekspor melalui Tanjung Priok,” kata dia. info/rd

Berita Lainnya
Kemendag Rangkul Eksportir Jatim Bidik Transaksi US$16,5 Miliar di Ajang Trade Expo Indonesia ke-41
Kinerja SIER Melaju Impresif, Laba Bersih Naik 56 Persen
BRI Jemursari Surabaya Kolaborasi dengan Ditres PPA dan PPO Polda Jatim