
Surabaya,pustakalewi com – Mengawali tahun 2022 ini, Kanwil IV KPPU berinisiatif untuk memperkuat sinergi dengan Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur (BI Jatim) sebagai bagian dari upaya mengawal iklim berusaha yang sehat di Jawa Timur.
Hal ini terungkap dalam pertemuan di Kantor BI Jatim yang dihadiri oleh Kepala Kanwil IV Dendy R. Sutrisno bersama Kepala Bidang Kajian dan Advokasi Kanwil IV Romi Pradhana Aryo dengan Kepala Perwakilan BI Jatim Budi Hanoto dan Deputi BI Jatim Harmanta.
Dalam pertemuan ini Dendy menyampaikan beberapa kondisi terkini iklim persaingan usaha di Jawa Timur khususnya di tahun 2021 yang perlu dicermati pada tahun 2022.
“Meski Indeks Persaingan Usaha di Jawa Timur pada tahun 2021 mencapai 5,17 atau berada diatas rata2 nasional (4,81) namun demikian terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki diantaranya adalah dimensi struktur, perilaku dan kinerja,” ujarnya.
Salah satu instrumen yang diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya perbaikan dimaksud adalah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang didalamnya juga terdapat peran besar Bank Indonesia.
“Oleh karena itu kami memandang sinergi KPPU dan Bank Indonesia menjadi langkah strategis untuk percepatan pengarusutamaan nilai-nilai persaingan usaha dan kemitraan yang sehat di daerah sekaligus melakukan breakthrough terhadap berbagai permasalahan ekonomi khususnya terkait stabilisasi harga di daerah,” tambah Dendy.
Sementara Budi Hanoto menyambut positif inisiatif Kanwil IV KPPU, serta berharap KPPU dan Bank Indonesia dapat bermitra dalam pengendalian harga, khususnya untuk volatile food, sehingga dapat menciptakan stabilisasi harga.
“Kami juga mengharapkan KPPU dapat memberikan saran atau pertimbangan kepada stake-holder seperti dalam perlindungan konsumen ataupun peningkatan level UMKM,” jelas Budi. Info/red

Berita Lainnya
Mulcindo Ikut Serta di INDOBUILDTECH 2026, Hadirkan Beragam Produk Material Bangunan Berkualitas
inDrive Terapkan Perpres Perlindungan Pekerja Transportasi Online, Tegaskan Komitmen terhadap Kesejahteraan Pengemudi
Pasar Ekspor Sepi, HIPKI: Sudah Waktunya Pemerintah Serius Membenahi Tataniaga Kelapa Bulat