
Surabaya – Pendeta Yerry Pattinasarany turut angkat bicara terkait kasus narkoba yang menjerat pelawak tunggal Fico Fachriza. Menurut Pendeta Yerry, Fico patut mendapatkan dukungan, bukan hukuman.
Demikian disampaikan Pendeta Yerry, dikutip dari unggahan Media Sosial Instagramnya. Pernyataan itu disampaikan Pendeta Yerry sambil mengunggah potret Fico yang tengah menangis, mengenakan baju tahanan, sambil dipeluk sang kakak, Ananta Rispo.
“DUKUNG JANGAN HUKUM,” ujar Pendeta Yerry yang merupakan anak dari pelatih sepak bola ternama, Ronny Pattinasarany, dikutip pada Minggu (16/1/2022).
Pendeta Yerry berpesan pada Rispo, agar menjadi kakak yang kuat karena keluarga selalu jadi kekuatan bagi Fico. Pendeta Yerry juga harap, Fico bisa kuat dan bangkit kembali.
“Karna setiap penyalahguna adalah bagian dari anak bangsa yang berhak sehat dan punya masa depan. #indonesiatanpastigma,” tulis pendeta yang masa lalunya merupakan mantan pengguna narkoba itu.
Pernyataan “DUKUNG JANGAN HUKUM” juga pernah disampaikan Pendeta Yerry kepada kerabat dekatnya, Coki Pardede. Pendeta Yerry dan Coki sempat berkolaborasi dalam konten “Domba Tersesat” di kanal Youtube Majelis Lucu Indonesia (MLI).
Saat ini Coki sedang melalui masa rehabilitasi karena sempat menggunakan sabu. Pendeta Yerry bahkan turut terlibat dalam masa pemulihan dari komedian yang terkenal dengan dark jokesnya itu.
Melalui kasus Coki dan Fico, Pendeta Yerry merefleksikan suatu hal. Ada ribuan jokes alias lawakan yang diciptakan oleh kedua pelawak tunggal itu, hingga membuat orang tertawa terpingkal-pingkal. Tetapi satu kegagalan, kini menuai cercaan.
Coki dan Fico seolah dituntut bertanggung jawab untuk membangun moral bangsa. Padahal menurut Pendeta Yerry, bukan tugas Coki dan Fico untuk menjaga moral bangsa ini.
“Dukung jangan hukum karna bahwasanya BUKAN TUGAS PUBLIC FIGUR UNTUK MENJAGA MORAL BANGSA..,” tegas pendeta bertatto itu.
Keterangan itu disampaikan Pendeta Yerry, sekaligus memberikan dukungan kepada teman-teman pelawak tunggal dan teman-temannya di MLI. Seperti diketahui, Coki dan Fico juga termasuk dalam talent dari MLI.
“Semangat berkarya semua teman2 stand up, teman2 majelislucuindonesia dll, jauhi Narkotika dan sehat selalu,” pesan Pendeta Yerry.
Fico sendiri pernah mengaku bahwa dirinya merupakan pengguna Tembakau Gorila dan Hanoman pada pertengahan 2015. Melalui cuitannya, Fico juga ungkap di usia 25 tahun sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 1,77 Miliar untuk membeli barang terlarang itu.
Fico klaim berhenti menggunakan narkoba karena melihat teman seperjuangannya, seperti Ernest Prakasa, Kemal Pahlevi, Babe Cabita dan Arie Kriting yang melesat sukses, sedangkan dia terkungkung dalam kebodohan.
Tapi tak diduga, Fico kembali terjerumus dalam penggunaan barang terlarang itu. Dia diringkus di kediamannya, di Depok dan menangis tersedu saat tampil di depan publik. info/red

Berita Lainnya
GMS Kota Kupang Hadirkan Saat Teduh Bersama Ps Philip Mantofa
Bupati Kediri Mas Dhito Berikan Arahan Kepala Puskesmas dan Camat se-Kediri
Tanggal 3 Agustus Diperingati Sebagai Hari Peduli Sindrom CLOVES