28 September 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Telkom Ungkap Pembuatan dan Masa Depan Peduli Lindungi di Expo 2020 Dubai

10 / 100 SEO Score
paviliun indonesia dubai

Surabaya – Pusat data vaksinasi dan aplikasi yang terintegrasi menjadi salah satu hal penting dalam penanganan pandemi COVID-19. Indonesia saat ini sudah memiliki sistem informasi satu data vaksinasi COVID-19 dan aplikasi Peduli Lindungi yang terintegrasi dengan pusat data nasional.

Peduli Lindungi saat ini menjadi salah satu aplikasi wajib yang harus digunakan penduduk Indonesia. Hingga akhir 2020, tercatat ada lebih dari 80 juta pengguna Peduli Lindungi. Aplikasi Peduli Lindungi juga telah terintegrasi dengan beberapa aplikasi lain dan menjadi salah satu syarat bagi penduduk Indonesia untuk masuk ke pusat perbelanjaan, kantor, dan beberapa transportasi umum.

Tantangan terbesar dalam proses pembuatan sistem satu data vaksinasi COVID-19 dan Peduli Lindungi adalah besarnya data yang harus dikelola. Dalam talkshow bertajuk ‘The One Data Covid-19 Vaccination Platform as The Implementation of Big Data in The Implementation of Vaccinations in Indonesia’ yang digelar di Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai, Head of Data System for Indonesia COVID-19 Vaccination Program, PT Telkom Indonesia Joddy Hernady mengungkapkan jumlah data yang harus dikelola.

“Tahun 2020 kami harus mengelola hampir 400 juta data, di 2021 diperkirakan akan ada 600 jutaan data yang harus kami kelola, “ kata Joddy di Paviliun Indonesia di kawasan Expo 2020 Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu (5/1).

PT Telkom adalah pihak yang ditunjuk pemerintah untuk mengembangkan sistem satu data vaksinasi dan aplikasi Peduli Lindungi. Joddy menyampaikan, saat ini aplikasi Peduli Lindungi menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Keberhasilan pembuatan sistem satu data vaksinasi dan aplikasi Peduli Lindungi menjadi satu capaian penting pemerintah Indonesia dalam penanganan pandemi COVID-19. Apalagi, data nasional tentang COVID-19 selalu menjadi acuan pemerintah dalam menentukan kebijakan terbaru.Head of Data System for Indonesia COVID-19 Vaccination Program, PT Telkom Indonesia Joddy Hernady. Foto: Telkomsel

Tantangan lain yang harus dihadapi Telkom sebagai pengembang sistem dan aplikasi Peduli Lindungi adalah soal keamanan data. Apalagi ada 400an juta data kesehatan penduduk Indonesia yang saat ini harus mereka kelola. Joddy menjamin, Telkom dan pemerintah akan melindungi data penduduk Indonesia ini dengan maksimal.

“Keamanan data juga menjadi fokus utama. Benar kami berkolaborasi dengan beberapa white hacker untuk terus meningkatkan keamanan data yang kami kelola. Awalnya kami hanya menggunakan satu cloud, ke depan kami akan menerapkan multi zone dan multi cloud untuk meningkatkan performa aplikasi ,” jelas Joddy.

Seiring dengan terus bertambahnya data yang harus dikelola, Telkom dan pemerintah tetap harus menjamin aplikasi Peduli Lindungi tetap bekerja dengan optimal dan mudah diakses. Oleh sebab itu, pemerintah akan membangun empat data center baru untuk mengelola data nasional.

“Kami akan membangun 4 data center baru, yakni di Bekasi, Batam, Ibu Kota Negara baru, dan Labuan Bajo,” kata Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail.

Ismail menambahkan, sebagai salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia, Peduli Lindungi harus terus berkembang. Ke depannya, Peduli Lindungi diharapkan bukan saja menjadi aplikasi khusus untuk penanganan COVID-19 dan vaksinasi.

Senada dengan Ismail, PT Telkom Indonesia juga siap mengembangkan Peduli Lindungi untuk kebutuhan lain, terutama terkait dengan data kesehatan penduduk Indonesia. Untuk proses pengembangan kegunaan ini, PT Telkom menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenkes soal apa saja fitur baru yang dibutuhkan.

“Kami di awal memang mendevelop platform ini untuk membantu pemerintah dalam penanganan pandemi. Untuk pengembangan sangat dimungkinkan, misal untuk tracing, merekomendasikan vaksin yang tepat untuk warga berdasarkan data kesehatannya, dan untuk yang lainnya. Kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan dari Kemenkes,” tegas Joddy.

“Data vaksinasi COVID-19 baru awal, nantinya bisa dikembangkan dengan seluruh sistem kesehatan,” tambah Joddy. Info/red

10 / 100 SEO Score