10 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

BPS: Agustus 2021, Tingkat Pengangguran di Jatim Menurun

10 / 100 SEO Score
pekerja

Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan menyampaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2021 sebesar 5,74 persen, atau turun 0,1 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020. Tetapi termasuk ada kenaikan 0,57 persen poin dibandingkan dengan Februari 2021.

Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 22,32 juta orang, atau bertambah 55,03 ribu orang dibanding Agustus 2020 dan bertambah 141,37 ribu orang dibanding Februari 2021.

“Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Agustus 2021 justru turun sebesar 0,33 persen poin dibandingkan TPAK Agustus2020,” papar Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan dalam pers rilis virtual, Jumat (05/11/2021).

Penduduk yang bekerja sebanyak 21,04 juta orang, meningkat 74,78 ribu orang dari Agustus 2020.

Tiga lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Jasa Pendidikan (0,54 persen poin). Disusul sektor perdagangan besar dan eceran (0,52 persen poin) dan sektor industri pengolahan (0,50 persen poin).

Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (1,33 persen poin).

Sebanyak 7,86 juta orang (37,36 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik 1,00 persen poin dibanding Agustus 2020.

Persentase setengah penganggur turun sebesar 1,52 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,56 persen poin dibandingkan Agustus 2020.

Persentase setengah penganggur turun sebesar 1,52 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,56 persen poin dibandingkan Agustus 2020.

Terdapat 3,36 juta orang (10,52 persen penduduk usia kerja) yang terdampak COVID-19. Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (248,05 ribu orang).

Sedangkan Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (88,53 ribu orang), sementara tidak bekerja karena COVID-19 (240,35 ribu orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (2,78 juta orang). Info/red

10 / 100 SEO Score