
Surabaya – Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Pencegahan Kebakaran di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan manajemen risiko sekaligus peningkatan kesadaran keselamatan bagi sivitas akademika.
Sebanyak 94 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan Untag Surabaya serta mahasiswa mengikuti pelatihan ini. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia (DUSDM) YPTA Surabaya, Eddy Wahyudi, S.H., M.Si., bersama jajaran pengurus yayasan.
Bendahara YPTA Surabaya, Dr. Ontot Murwato Suwondo, M.M., Ak., CMA., CA., CPA., menekankan bahwa bahaya kebakaran tidak hanya berasal dari api, tetapi juga dari kepanikan akibat kurangnya kesiapan mental dan pengetahuan. “Kadang kita tidak menyadari bahwa akibat kebakaran atau keberadaan api, orang bisa panik, berlarian, terpeleset, jatuh, bahkan sampai meninggal. Ini terjadi karena ketidaksiapan psikologis maupun ketidakpahaman dalam penanganan kebakaran,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen YPTA Surabaya dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang keselamatan. “Kita harus siap untuk mencegah api. Bukan panik, tetapi tahu apa yang harus dilakukan. Semua ini demi keselamatan kita bersama. Ini merupakan bagian dari manajemen risiko YPTA Surabaya,” tambahnya.
Ontot juga mengajak peserta menerapkan ilmu yang diperoleh tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. “Atas nama pengurus YPTA Surabaya, gunakan pengetahuan ini tidak hanya di kantor, tetapi juga di rumah dan di masyarakat,” tutupnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh Widagdo Endang Suroso, S.E., dari Tim Kerja Pembinaan Aparatur dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pencegahan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya. Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh tentang risiko kebakaran agar respons yang dilakukan tepat dan aman. “Penting bagi setiap individu untuk mengetahui dan memahami risiko bahaya kebakaran di lingkungannya, sehingga mampu bertindak secara tepat, cepat, dan aman dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan kebakaran,” jelasnya.
Peserta mendapatkan pembekalan teori mengenai penyebab kebakaran, dampak yang ditimbulkan, proses terjadinya api, sumber dan perpindahan panas, teknik pemadaman, hingga klasifikasi kebakaran. “Kebakaran merupakan risiko dari nyala api yang tidak dikehendaki dan tidak terkendali, sehingga menimbulkan kerugian,” tambah Widagdo.
Selain materi kelas, pelatihan juga dilengkapi praktik lapangan. Peserta secara bergiliran mempraktikkan teknik pemadaman api dalam simulasi langsung. Kegiatan ini dirancang untuk membangun keberanian, ketenangan, dan keterampilan nyata dalam menghadapi situasi darurat kebakaran.
Melalui pelatihan ini, YPTA Surabaya berharap tercipta lingkungan kampus yang lebih aman, tanggap, dan siap menghadapi potensi risiko kebakaran, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. info/red

Berita Lainnya
PCU Beri Dukungan Pengembangan Usaha Bagi Petani Kopi di Malang
UKWMS Gelar Hari Studi, Bahas Etika Integrasi AI dalam Pendidikan Tinggi
Bangun Bangsa: Sekolah Berasrama yang Menjadi Pelabuhan Harapan bagi Anak Berkebutuhan Khusus