
Ponorogo – Ratusan siswa MI Ma’arif Surodikraman belajar mengenai pentingnya konservasi air untuk atasi banjir. Materi edukasi disampaikan langsung oleh tim dari Yayasan Menabung Air, organisasi non-profit yang menggerakkan masyarakat untuk menjaga ketersediaan air dari generasi ke generasi.
Ulya Miswa, Spd selaku Kepala Sekolah menjelaskan bahwa lokasi daerah tersebut memang rawan banjir terutama dipicu adanya DAS (Daerah Aliran Sungai) di belakang sekolah.
“Support tabung biopori sangat bermanfaat bagi kami untuk mencegah genangan air. Edukasi terkait konservasi air juga menambah wawasan siswa-siswi kami,” terangnya.
Yayasan Menabung Air diketahui secara aktif melakukan edukasi mengenai konservasi air di berbagai kota di Indonesia. Selain itu, organisasi ini juga menanam banyak pipa biopori ke daerah-daerah rawan banjir dan kekeringan yang menjadi target manfaat teknologi ini.
“Untuk di MI Maarif ini sendiri, kami menyumbangkan 20 tabung biopori untuk ditanam di area sekolah. Kami berharap program peduli lingkungan ini bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh daerah yang kondisinya membutuhkan implementasi penanaman biopori,” jelas Sri Hariyani selaku PIC Yayasan Menabung Air yang bertugas, sekaligus Manager USP Koperasi Konsumen SDM Jatim – Maesa Group.
“Terimakasih kepada Yayasan Menabung Air juga Maesa Group atas kesempatan yang diberikan untuk sekolah kami. Luar biasa perusahaan swasta memberikan perhatian pada lingkungan serta memberikan edukasi seperti ini. Sekolah kami membuka diri untuk kegiatan kegiatan edukasi serupa yang bermanfaat bagi kebaikan dan kemajuan sekolah,” imbuh Ulya. Info/red

Berita Lainnya
BRI Region 12 Surabaya Berbagi Paket Sembako ke Masyarakat Sekitar
Premier Place Hotel Ajak Lansia Griya Wreda Berbuka Bersama
Fasilitasi Tradisi Tahunan Mudik Kampung Halaman, Untag Surabaya Hadirkan Program Mudik Gratis Lebaran 2026