
Surabaya,pustakalewi.com – PT XL Axiata Tbk, melalui Sisternet, menggelar Festival Webinar Pintar 2021 yang ditujukan bagi kaum perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air.
Webinar edukatif dengan tema ‘Inspirasi Peluang Usaha 2022 Melalui Optimalisasi Digital Untuk UMKM Perempuan Berani Naik Kelas’ tersebut digelar berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Kelas webinar dan talkshow tersebut mengetengahkan topik-topik terkait peningkatkan soft-skill di kewirausahaan berspektif gender, finansial, tren digital, dan bisnis di tahun 2022.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat para pelaku UMKM perempuan untuk terus bertahan, bahkan berkembang.
“Mereka terus berinovasi, tidak hanya menyesuaikan dalam cara penjualan, namun juga permintaan pasar, bahkan mempelopori tren pasar yang baru,” ujar Bintang, dalam pernyataannya, dikutip Senin (20/12).
Dengan potensi yang luar biasa tersebut, lanjut dia, peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender menjadi hulu dari lima arahan prioritas Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada Kementerian PPPA hingga tahun 2024.
“Untuk memastikan perempuan pengusaha tidak lagi tertinggal di masa kini namun juga masa pascapandemi dan lebih jauh lagi ke depannya, peningkatan kapasitas dalam bisnis dan literasi digital serta pembukaan akses terhadap permodalan terus kami usahakan,” imbuhnya.
Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini menambahkan, optimalisasi pemanfaatan teknologi digital sangat dibutuhkan oleh UMKM untuk saat ini, ketika tranformasi digital telah mulai dilaksanakan di hampir semua bidang ekonomi.
“Para pelaku UMKM, termasuk yang dikelola oleh para perempuan, pun harus bisa memanfaatkan momentum digitalisasi ini untuk meningkatkan produktivitas atas potensi yang mereka miliki,” tutur Dian.
Menurut dia, teknologi digital memungkinkan mereka untuk menembus pasar yang lebih luas yang hampir mustahil bisa dijangkau jika tidak dilakukan secara daring (online).
Teknologi digital disebutnya sekaligus akan mempermudah mereka mempromosikan produk dan jasa yang dimilikinya secara lebih masif melalui media sosial maupun platform marketplace.
“Pada 2022, digitalisasi akan semakin masif dan menjangkau pasar yang semakin luas. Semakin banyak konsumen yang mencari dan membeli produk melalui saluran penjualan digital,” ungkap Dian.
Kolaborasi
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA Lenny N Rosalin, dalam pembukaan Festival Webinar Pintar 2021, menyampaikan bahwa Kementerian PPPA selalu siap dan berkolaborasi untuk mendukung inisiatif kewirausahaan serta kegiatan bisnis yang berperspektif gender, berbasis digital, serta berkelanjutan.
Salah satu yang dilakukan adalah kerja sama antara Kementerian PPPA dan XL Axiata yang telah terbukti bermanfaat dalam meningkatan status para UMKM perempuan.
“Kementerian PPPA sangat terbuka dan akan terus melakukan advokasi, sosialisasi, edukasi, pelatihan dan pendampingan digital economy, serta literasi keuangan bagi perempuan bekerja sama dengan otoritas keuangan dan moneter, BUMN, perbankan, perusahaan, dan kementerian/lembaga, baik dalam forum nasional maupun internasional, seperti Presidensi Indonesia pada G20,” ucap Lenny.
Selain itu, Kementerian PPPA mendorong kesetaraan gender dalam seluruh bidang pembangunan, terutama pada sektor yang terkait dengan pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi melalui kewirausahaan berperspektif gender. info/red

Berita Lainnya
Tebar Dividen Jumbo, RUPST Telkom Pertahankan Jajaran Direksi
XLSMART Perluas Jaringan 5G ke 88 Kota, Luncurkan ESTA Prime
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri