
Balikpapan – Gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen Ipeka Balikpapan secara resmi telah dibuka, Sabtu (23/10/2021).
Pembukaan ditandai dengan prosesi gunting pita oleh Ketua Umum Sinode GKY (Gereja Kristus Yesus) Pdt Yohanes Adrie Hartopo PhD, Ketua Yayasan Ipeka Erwin Wijaya, dan Direktur Utama Operasional Sekolah Kristen Ipeka Pdt Handojo.
Sebelumnya, peletakan batu pertama dilakukan pada 14 Maret 2020, dilanjutkan dengan topping off pada 10 Februari 2021 dan soft opening yang dilaksanakan pada 14 Juli 2021.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin MT, mengungkapkan, jumlah lulusan SMP pada tahun 2019 mencapai 10.330 murid. Sedangkan daya tampung SMA/SMK negeri yang ada hanya sekitar 5.600 murid.
“Kami harap Ipeka dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap mutu dan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur khususnya Kota Balikpapan. Seperti yang kita ketahui, saat ini daya tampung murid SMA/SMK negeri di Balikpapan hanya 48%, sehingga sebagian besar murid akan bersekolah di SMA/SMK swasta,” ungkap Muhaimin.
Direktur Utama Operasional Sekolah Kristen Ipeka, Pdt Handojo menyatakan komitmen Ipeka dalam memajukan pendidikan. Pembangunan gedung SMP dan SMA Kristen Ipeka Balikpapan merupakan wujud nyata komitmen Ipeka dalam memajukan Indonesia melalui pendidikan.
“Kami semua mempunyai visi bahwa Ipeka harus menjadi sekolah atau lembaga pendidikan kristen unggulan. Ipeka adalah lembaga pendidikan yang bermisi sosial dan semua yang dihasilkan Ipeka akan digunakan untuk kemajuan layanan pendidikan,” ujar Pdt Handojo.
Peresmian gedung SMP dan SMA Kristen Ipeka Balikpapan ini bertujuan untuk melengkapi sarana dan prasarana pendidikan di jenjang menengah. Beragam fasilitas yang menunjang kegiatan belajar mengajar maupun non akademis seperti taman belajar serta studio rekaman dihadirkan untuk mendukung kegiatan para murid.
Koordinator Lokasi Sekolah Kristen Ipeka Balikpapan, Alfian Samudra mengungkapkan, SMP dan SMA Kristen Ipeka Balikpapan dipersiapkan menjadi sekolah yang berstatus SPK (Satuan Pendidikan Kerja Sama) atau yang dahulu dikenal sebagai sekolah internasional, serta sekolah yang berbasis teknologi dan literasi dengan tenaga pengajar yang kompeten.
“Tentu para guru harus memiliki kemampuan mengajar menggunakan bahasa Inggris dengan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Selain itu, para guru juga harus memiliki spiritualitas yang baik, agar dapat membimbing murid secara holistik dan menjadi teladan bagi mereka,” ujar Alfian.
Afian menambahkan, Sekolah Kristen Ipeka Balikpapan menanamkan lima nilai inti kepada guru dan murid yaitu melayani, disiplin, integritas, pembelajar seumur hidup, dan saling menghargai. Ipeka juga menekankan para murid untuk memiliki sifat empati serta menghargai keberagaman.
“Kami berharap Ipeka dapat menjadi partner orang tua dalam mendidik anak dengan nilai-nilai serta kompetensi yang baik untuk mempersiapkan masa depan anak sesuai dengan potensi dan passion mereka, agar kelak mereka dapat menjadi orang yang berguna bagi kemajuan Indonesia dan memuliakan Tuhan,” tutup Alfian. info/red

Berita Lainnya
Mini Konser UKM Musik Tetap Djaya: Ajang Kreativitas dan Pintu Masuk Anggota Baru Diklat 2026
Bogasari Ajak Ratusan Siswa SMKN 3 Kediri Belajar Buat Roti
Cetak Atlet Berprestasi, UKM Taekwondo Untag Surabaya Buka Pendaftaran Diklat 2026