
Surabaya – Generasi muda yang saat ini memiliki semangat untuk bersaing secara global menjadi harapan negara kita Indonesia untuk menjadi negara maju dan bersaing dengan negara lain. Upaya menciptakan alur pendidikan yang efisien dengan tantangan zaman yang semakin berkembang untuk kedepannya.
Pembentukan karakter sejak dini merupakan unsur penting yang harus ditanamkan agar generasi muda Indonesia mampu berdaya saing secara global. Cara Ini merupakan fondasi dasar agar potensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia bisa ditingkatkan.
Salah satu cara meningkatkan mutu Pendidikan di Indonesia adalah menerapkan standart kurikulum internasional. Oleh karena itu, Rektor Sampoerna University Dr. Wahdi Yudhi menyatakan bahwa Sampoerna University merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang menawarkan kurikulum berstandarkan pendidikan di Amerika.
“Dengan standar nasional dan internasional, Sampoerna University berkomitmen untuk selalu memberikan kontribusi substantif kepada masyarakat Indonesia melalui pendidikan. Hal ini selaras dengan misi kami untuk mendorong akselerasi pengembangan pemimpin masa depan Indonesia yang siap berkompetisi di kancah global,” jelas Wahdi Yudhi.
Sistem pendidikan yang dijalankan pada sekolah internasional diyakini berhasil dalam membentuk pelajar dan lulusan yang unggul, terutama dalam hal bersaing di jenjang yang lebih tinggi dalam skala global dengan pelajar yang berasal dari negara lain. Bukan tanpa alasan, sekolah internasional pasalnya memiliki beberapa SDM yang berpengalaman serta memadai yang bahkan didatangkan dari negara kurikulum berasal.
Melansir dari situs goodnewsfromindonesia , Ada beberapa kurikulum internasional yang digunakan oleh sekolah internasional di Indonesia, salah satunya International Baccalaureate (IB), kurikulum yang berasal pada sistem pendidikan di Inggris. Perbedaan sistem pembelajaran di Indonesia saat ini masih mengacu pada pendidikan akademik dengan angka dan target kuantitatif sebagai acuan atau standar keberhasilan.
Pada kurikulum IB ataupun kurikulum sekolah internasional lainnya, para pelajar di sekolah terkait lebih diarahkan untuk mendapatkan pendidikan secara seimbang baik dari segi akademik, non akademik, formal, dan non-formal. Selain itu pada kurikulum IB membuat para pelajar dapat membentuk dan memahami profil serta potensi dari diri sendiri sejak bangku sekolah sebelum memasuki dunia pekerjaan.
Melalui sistem learner profile, pelajar dilatih untuk memiliki rasa ingin tahu sehingga menumbuhkan pengalaman luas. Di sisi lain, dijelaskan pula bahwa dari segi akademik, mata pelajaran utama yang ada pada sekolah internasional umumnya hanya sedikit, dengan mencakup pelajaran utama dan umum, di antaranya matematika, bahasa inggris, sains, dan sosial, sedangkan mata pelajaran lainnya bersifat pilihan. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk lebih meningkatkan soft skill para pelajar.
Ada Pertanyaan yang biasanya muncul dalam pelaksanaan kurikulum internasional yang berasal dari luar tentang sekolah internasional. Pertanyaan itu adalah bagaimana jika pengaruh budaya dan kepribadian terhadap pelajar,. Faktanya, setiap sekolah internasional di Indonesia mendapatkan izin beroperasi dengan syarat menyertakan Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Agama, sesuai standar yang telah ditetapkan. Sehingga identitas bangsa dari negara sendiri tetap tertanam pada tiap pelajar.
Selain kekhawatiran yang telah di jelaskan seblumnya masih ada beberapa kendala yang terjadi pada Pendidikan di Indonesia, Tanpa kita sadari, di Indonesia masih banyak orang yang belum sadar akan pentingnya pendidikan. Dibalik kondisi pendidikan di Indonesia saat ini yang masih belum membaik, masih banyak orang yang kesadaran akan pendidikannya rendah.
Seperti contohnya, banyak orang tua yang berkecukupan atau kelas ekonomi menengah ke bawah menerapkan pada anaknya bahwa pendidikan bukanlah suatu hal yang penting. Pedahal hal inilah yang menghambat kemajuan pendidikan di negeri ini, Padahal di pihak pemerintah sudah melakukan program beasiswa jika memang ada orangtua yang belum bisa membiayai sekolah anaknya secara full.
Kebanyakan program beasiswa malah sering salah target , banyak sebenarnya di kehidupan nyata mampu dalam hal financial namun malah memilih mengikuti program beasiswa yang seharusnya di buat untuk orang yang benar tidak mampu dalam membiayai sekolahnya , Saran untuk pemerintah sebaiknya ada solusi yang lebih tepat lagi untuk penyeleksian dalam memilih untuk mendapatkan anak yang memang pantas mendaptkannya.
Untuk sekolah atau universitas yang menerapkan kurikulum internasiaonal dengan tujuan yang Ketika lulus dan dapat bersaing dengan lulusan negara lain sebaiknya untuk masalah administrasi perlu diperhatikan lagi. Karena persepsi masyarakat tentang sekolah atau universitas yang menerapkan kurikulum internasional tergolong memerlukan biaya yang tinggi. Untuk menghadapi persepsi tersebut pihak sekolah atau universitas perlu memperhitungkan dengan rinci biaya yang harus di keluarkan untuk menimba ilmu di sekolah berbasis internasional tersebut, agar pihak dari siswa atau mahasiswa menyiapkan dana rincian untuk bersekolah atau berkuliah pada instansi tersebut. Info/red

Berita Lainnya
Alumni UK Petra Sulap Jajanan Pasar Jadi Konten Kreatif untuk Gen Z
Alumni UK Petra Berhasil Sulap Jajanan Pasar Jadi Konten Kreatif untuk Gen Z
Mini Konser UKM Musik Tetap Djaya: Ajang Kreativitas dan Pintu Masuk Anggota Baru Diklat 2026