
Surabaya – Peningkatan nilai ekonomi yang terus menerus akibat industri batik ini menunjukan bahwa industri batik merupakan salah satu bentuk pembangunan berkelanjutan. Eko-efisiensi merupakan strategi yang menggabungkan konsep efisiensi ekonomi berdasarkan prinsip efisiensi penggunaan sumber daya alam.
Universitas Ciputra Surabaya Dampingi Masyarakat melalui konsep Community-Based Womanpreneur: Efektifitas Produksi Batik Desa Mojowangi. Kegiatan ini di inisiasi oleh Melania Rahadiyanti, S.T., M.T., Dr. Soelistyowati, S.Pd, M.Pd., dan Christina Sudyasjayanti, S.Pd. M.M. dengan konsep pada ekonomi kreatif yang mengedepankan aspek sustainability terutama pada upaya efektifitas bahan produksi batik, agar tidak banyak meninggalkan limbah bagi lingkungan.
Melania Rahadiyanti, S.T., M.T. menjelaskan bahwa dapat meningkatkan kualitas produk batiknya dengan mengaplikasikan teknik pembuatan motif, pola, dan menjahit kain batik yang meminimalkan sampah, pada Sabtu (9/3/2024).
“Batik hasil komunitas ini juga sebagai sarana pembelajaran untuk pengembangan konsep kewirausahaan bagi ibu-ibu dan juga dapat mempraktekan cara membuat branding dan pemasarannya dalam berbisnis” ujar Melania.
Melania menambahkan bahwa kegiatan ini menghasilkan luaran berupa sustainability environment melalui optimalisasi bahan batik; peningkatan kualitas produk dan inovasi bisnis. Kegiatan ini meliputi bagaimana efesiensi membuat motif batik yang masih tradisional tetapi meminimalisir kain yang terbuang saat diproduksi, teknik pemotongan pola yang terlalu memperhatikan motif batik sehingga tidak membuang banyak kain, dan penguatan kemampuan mitra memasarkan produk yang memperhatikan nilai estetika kepada konsumen.Selain itu dari kegiatan ini juga diberikan bantuan untuk pemberdayaan berupa mesin jahit, bahan pembuatan batik dan alat produksi batik.
Yuli Estri Wilujeng selaku Mitra sasaran dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Omah Batik Mojo di Dusun Mojodukuh Desa Mojowangi Kec. Mojowarno kab. Jombang menjelaskan bahwa kelompok batik masyarakat ini berawal dari banyaknya perempuan di desa Mojowangi yang menjadi ibu rumah tangga tanpa ada kegiatan lain di rumah dan ada pula perempuan yang menjadi petani pada musim-musim tertentu.
“Pada 2021 dibentuklah KUBE Omah Batik Mojo bagi para perempuan Desa Mojowangi dan terfokus pada pembuatan batik. Produk yang dihasilkan batik tulis, batik shibori, batik ecoprint untuk bahan kain primisima. Sampai saat ini, hasil produksi masih berupa kain, sedangkan produk baju, totebag, dan produk batik lain masih belum diproduksi.”
Yuli menambahkan bahwa dengan adanya pengabdian masyarakat dari Universitas Ciputra Surabaya memberikan banyak wawasan dan pemahaman tentang bagaimana mengelola kelompok dalam bidang industri kreatif termasuk mengajari efesiensi membuat pola batik, memotong kain batik dan juga memberikan edukasi pada kelompok terkait memasarkan batik.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan program rutin tahunan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Ciputra untuk memberdayakan masyarakat dalam menuju kemandirian secara berkelanjutan melalui konsep entrepreneur. Info/red

Berita Lainnya
Tong Tong Night Market Kembali Digelar, Hadirkan Seni Budaya Khas Kota Malang
Segera Cek Tarif Listrik PLN Terbaru Bulan Agustus 2026 ini
Badai PHK Terjadi, HIPKI Desak Pemerintah Segera Hentikan Ekspor Kelapa