
Surabaya – Kota Surabaya menjadi sorotan kawasan setelah Universitas Ciputra Surabaya (UC) menjadi tuan rumah TrainIQA Workshop 3 dan ASEAN-QA Forum 2025, forum penting penjaminan mutu pendidikan tinggi ASEAN–Eropa yang digelar selama lima hari di Surabaya, 4–8 Desember 2025.
Acara ini didukung DAAD Jerman bersama HRK, Potsdam University, AQAN, EUA, dan SEAMEO RIHED. Sebanyak 80 peserta dari sembilan negara hadir, termasuk Indonesia, Jerman, Laos, Thailand, Filipina, Myanmar, Timor Leste, Kamboja, dan Vietnam.
Tema tahun ini, Opportunities and Challenges in Higher Education Quality Assurance in the Era of AI, menyoroti tantangan global pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan tinggi—isu yang juga menjadi perhatian UNESCO dan OECD.
Rektor UC, Prof. Wirawan E.D., membuka forum dengan menghadirkan pembicara kunci pakar AI Dr. Trianggoro Wiradinata, Director of Apple Developer Academy dan Vice Rector UC. Panel diskusi turut melibatkan pakar QA internasional seperti Frank Niedermeier dari University of Potsdam, Prof. Duu Sheng Ong dari Malaysia, dan Prof. Philipp Pohlenz dari University of Magdeburg.
Lenny Rosita, Head of Institutional Development & Quality Enhancement UC, yang juga satu-satunya trainer TrainIQA asal Indonesia sekaligus Secretary of Executive Committee ASEAN-QA Association, menegaskan pentingnya kepercayaan internasional kepada UC. “Dipercaya menjadi host oleh lembaga internasional merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas menjembatani dialog global tentang mutu pendidikan tinggi. TrainIQA dan ASEAN-QA Forum bukan hanya pertemuan akademik; di sinilah praktik terbaik, pengetahuan, dan peluang kolaborasi ASEAN–Eropa benar-benar diimplementasikan,” ujarnya.
Menurut Lenny, isu AI menjadi sorotan utama karena membawa peluang sekaligus risiko. “AI meningkatkan efisiensi pembelajaran dan analisis mutu, tetapi juga menantang integritas akademik dan keamanan data. Di forum ini kami merumuskan kerangka etis dan bertanggung jawab yang berpusat pada capaian pembelajaran mahasiswa,” tambahnya.
Lenny menegaskan bahwa UC tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga aktor aktif dalam pembahasan standar QA global. “Kami ingin memastikan suara Indonesia hadir dalam dialog internasional. Keterlibatan UC adalah komitmen jangka panjang untuk membangun budaya mutu berkelas dunia dan memperkuat kerja sama konkret antar perguruan tinggi ASEAN dan Eropa,” pungkasnya.info/red

Berita Lainnya
Telkom University Sulap Limbah Kotoran Kambing Jadi Pupuk Organik
Mahasiswa Untag Surabaya Hadirkan Inovasi Alat Cuci Tangan Otomatis di Wisata Sky Park Hill
UK3 Untag Surabaya Gelar Ibadah Perayaan Natal