
Singkawang – Di tengah semilir angin di Taman Rekreasi Teratai Indah (TRTI), Jumat (30/5), puluhan peserta dari berbagai kalangan tampak serius menatap papan Xiangqi—catur tradisional Tiongkok—yang menjadi pusat perhatian dalam Turnamen Terbuka Xiangqi Singkawang.
Diselenggarakan oleh Persatuan Xiangqi Indonesia (Pexi) Kota Singkawang, turnamen ini menjadi bagian dari perayaan Hari Bakcang atau Dragon Boat Festival, yang setiap tahunnya dirayakan masyarakat Tionghoa dengan penuh suka cita.
Turnamen berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu (30–31 Mei), dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat pelestarian budaya yang terus dijaga oleh para panitia dan peserta.
“Turnamen ini bukan hanya soal siapa menang atau kalah. Ini adalah bentuk cinta terhadap budaya, warisan yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, dan patut terus kita jaga bersama,” ujar Tjhai Chui Mie.
Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini menghadirkan semangat kebersamaan dan pembelajaran. Peserta datang dari berbagai latar belakang—pelajar, masyarakat umum, bahkan ibu rumah tangga—semua menyatu dalam suasana penuh semangat dan sportivitas.
Salah satu peserta pelajar mengaku sering ikut serta dalam turnamen Xiangqi meski belum pernah menjadi juara. Pelajar tersebut mengatakan permainan ini sangat ia sukai karena banyak berpikir.
Wali Kota Tjhai Chui Mie pun menyebutkan manfaat besar yang bisa didapat dari permainan ini. “Xiangqi mengasah otak, strategi, kecerdasan, dan wawasan. Sangat baik bagi anak-anak, bahkan prinsip-prinsipnya bisa diterapkan oleh siapa saja, mulai dari ibu rumah tangga hingga pemimpin daerah,” ujarnya.
Yang tak kalah menarik, babak final rencananya akan digelar di tengah danau kawasan TRTI—menjadi puncak acara yang dinanti dengan penuh antusiasme.
Di tengah atraksi perahu naga yang meramaikan suasana, semangat untuk melestarikan budaya begitu terasa. Turnamen ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan yang tak hanya menjadi sarana adu strategi, tapi juga wahana edukasi dan pelestarian budaya yang hidup di tengah masyarakat Singkawang.
“Ini tentang warisan, tentang mengenalkan budaya kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan,” tutup Tjhai Chui Mie. info/red

Berita Lainnya
Ferrari Perkenalkan SF-26, Bidik Akhiri Puasa Gelar
KAI Mulai Jual Tiket Mudik Lebaran 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
Pameran Ke-6 “The Magic of Colours” Perupa Wanita Jawa Timur 2026