
Membawa botol minum sendiri menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan. Banyak kampanye pengurangan plastik sekali pakai mendorong banyak orang untuk meninggalkan botol air mineral dan beralih ke wadah minum yang bisa digunakan berulang kali. Namun, di tengah semangat pengurangan sampah botol plastik itu, muncul fenomena baru yang dimana orang – orang membeli tumbler bukan karena ingin menjaga bumi tetapi karena takut ketinggalan tren atau bisa di sebut FOMO (Fear of missing).
Kini tumbler tidak lagi hanya sekedar tempat minum. Tapi benda ini berubah menjadi lifestyle item atau gaya hidup dengan berbagai merek, desai, dan harga yang fantastis. Bahkan ada tumbler yang ukurannya kecil produk itu lebih fokus ke desainnya yang lucu yang membuat banyak yang rela membayar ratusan hingga jutaan rupiah hanya untuk membelinya. Bahkan ada sebagian dari mereka yang sudah memiliki lebih dari 1 tumbler yang berbeda – beda warna dan desain yang beda juga, dimana ujung – ujungnya jarang digunakan. Kejadian ini memeperlihatkan bahwa kesadaran lingkungan kadang bergeser menjadi ajang pamer di media sosial.
Untuk bergaya hidup eco – friendly bukan terletak pada seberapa mahal atau estetik barang yang kita miliki, tetapi pada kebiasaan sederhana untuk mengurangi sampah dan konsumsi yang berlebihan. Dengan membeli banyak – banyak tumbler dengan alasan peduli lingkungan justru bertentangan dengan nilai keberlanjutan itu sendiri.
Fenomena ini menjadi cermin bahwa sebagian orang masih memandang isu lingkungan sebg=agai tren gaya hidup, bukan kebutuhan nyata.mereka lebih takut terlihat “tidak kekinian” atau “tidak estetik” daripada memikirkan dampak nyata dari perilaku pembelian.
Kesadaran akan lingkungan seharusnya tidak di ukur dari merk tumbler yang di beli, melainkan dari seberapa konsistennya kita menjaga kebersihan, menghamat sumber daya, dan menolak budaya membeli yang berlebihan. Karena, menjaga bumi tidak membutuhkan barang mahal, yang dibutuhkan hanyalah niat yang dalam dan tindakan yang benar benar berguna untuk melindungi lingkungan yang dilakukan setiap hari.
Annisa Rahmania Firdausi
Mahasiswa Untag Semester 5 Prodi Komunikasi

Berita Lainnya
Menginap Dengan Kenyamanan dan Variasi di PrimeBiz Hotel Surabaya
Hotel Sheraton Surabaya Resmi Luncurkan Sheraton Club Lounge Baru
YELLO Hotel Jemursari Surabaya Hadirkan Wedding Showcase dengan tema “Timeless Intimacy”