
Yordan – Suasana pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani di wilayah Karak, Yordania, berubah menjadi kepanikan setelah sejumlah pria bersenjata melepaskan tembakan pada Jumat (23/10). Serangan tersebut menewaskan sedikitnya enam orang dan menyebabkan 28 lainnya terluka.
Insiden berlangsung di sekitar Gereja Santo George di kawasan Hamoud. Saat itu, sejumlah warga tengah berkumpul untuk mengikuti prosesi pemakaman ketika para pelaku datang menggunakan kendaraan, kemudian turun dan menembaki orang-orang di lokasi.
Saksi mata yang berbicara kepada stasiun televisi Al-Mamlaka mengatakan tembakan terdengar selama sekitar lima menit sebelum para pelaku melarikan diri. Diperkirakan terdapat 150 hingga 200 orang di dalam maupun di sekitar kompleks gereja ketika serangan terjadi.
Jumlah korban sempat dilaporkan lebih tinggi pada informasi awal. Namun, Direktorat Keamanan Publik Yordania kemudian memperbarui data menjadi enam orang meninggal dunia dan 28 orang mengalami luka-luka.
Pasukan keamanan segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan penembakan. Aparat melakukan pengejaran terhadap para pelaku sekaligus menyelidiki rangkaian kejadian untuk mengungkap motif dan pihak yang bertanggung jawab.
Rekaman kamera pengawas yang disiarkan media pemerintah memperlihatkan beberapa orang bersenjata melepaskan tembakan di dekat pintu masuk gereja sebelum bergerak menuju kompleks bangunan tersebut.
Hingga laporan ini disusun, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Otoritas Yordania juga belum mengumumkan identitas para pelaku maupun memastikan apakah mereka memiliki hubungan dengan kelompok militan tertentu.
Menteri Dalam Negeri Yordania menyebut serangan itu dilakukan oleh kelompok ekstremis. Meski demikian, penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan latar belakang dan jaringan para penyerang.
Raja Abdullah II mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak akan dibiarkan mengancam keamanan masyarakat Yordania.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menekankan pentingnya persatuan nasional di tengah peristiwa yang mengguncang masyarakat tersebut.
Serangan terhadap rumah ibadah seperti ini tergolong jarang terjadi di Yordania, negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan memiliki komunitas Kristen sebagai kelompok minoritas. Kota Karak sendiri dikenal memiliki komunitas Kristen yang cukup besar info/red

Berita Lainnya
Founder dan CEO One Global Iwan Sunito Bertemu Sejumlah Tokoh Asla Indonesia di Sydney
Sydney Business Insights Hadirkan Pengalaman Baru Yang Padukan Bisnis, Edukasi, Olahraga dan Kuliner
Iwan Sunito Lahirkan One Muse Ruang Inklusif bagi Talenta Berkebutuhan Khusus