27 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Rumah Sakit Kemenkes Perluas Akses Layanan Kanker di Jawa Timur

55 / 100 SEO Score

RSUP Kemenkes Surabaya

Surabaya – RS Kemenkes Surabaya resmi memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan nasional kanker dengan meluncurkan layanan Kedokteran Nuklir dan Radioterapi. Peluncuran ini dibarengi penguatan kolaborasi dengan rumah sakit swasta di Jawa Timur untuk memperluas akses layanan kanker berteknologi tinggi bagi masyarakat.

Pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari strategi Kementerian Kesehatan dalam membangun sistem rujukan nasional berbasis kompetensi. RS Kemenkes Surabaya diposisikan sebagai rumah sakit pengampu layanan kanker, yang terintegrasi dengan jejaring rumah sakit swasta, bukan sebagai pesaing.

Melalui skema kolaborasi ini, pasien dari rumah sakit swasta yang membutuhkan diagnosis atau terapi lanjutan dapat dirujuk ke RS Kemenkes Surabaya. Setelah itu, perawatan berkelanjutan tetap bisa dilakukan di rumah sakit asal sesuai kondisi klinis pasien.

Pelaksana Harian Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr Martha Siahaan, menjelaskan bahwa layanan Kedokteran Nuklir dan Radioterapi dirancang untuk melengkapi, bukan mengambil alih, peran rumah sakit swasta.

“Tujuannya agar pasien kanker mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan bermutu melalui jejaring rujukan yang terintegrasi,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).

Kedokteran Nuklir memungkinkan diagnosis dan terapi kanker yang lebih presisi melalui penggunaan radiofarmaka.

Sementara itu, Radioterapi menjadi salah satu pilar penting dalam penanganan kanker terpadu berbasis teknologi mutakhir. Kehadiran dua layanan ini di Surabaya diharapkan dapat mengurangi rujukan pasien ke luar daerah sekaligus mempercepat waktu tunggu layanan bagi pasien dari rumah sakit swasta di Jawa Timur.

Ketua Tim Kerja Penataan Sistem Rujukan Kementerian Kesehatan RI, Ratih Dwi Lestari, menyebut konsep rumah sakit berbasis kompetensi menuntut pembagian peran yang jelas. RS Kemenkes Surabaya ditetapkan sebagai pengampu layanan kanker berteknologi tinggi, sementara rumah sakit swasta tetap menjalankan layanan dasar dan lanjutan dalam sistem rujukan yang saling terhubung.

Kolaborasi ini juga mendapat dukungan dari Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Jawa Timur. Ketua ARSSI Jatim, dr Bangun T. Purwaka, menilai sinergi pemerintah dan swasta sebagai langkah strategis untuk membangun layanan kesehatan yang efisien dan berkelanjutan.

Menurutnya, rumah sakit swasta dapat memanfaatkan RS Kemenkes Surabaya sebagai pusat unggulan kanker tanpa harus membangun layanan serupa yang membutuhkan investasi besar.

Ke depan, RS Kemenkes Surabaya berkomitmen terus memperluas jejaring kolaborasi dengan rumah sakit pemerintah dan swasta, tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga wilayah Indonesia Timur.

Penguatan layanan Kedokteran Nuklir dan Radioterapi berbasis kolaborasi ini diharapkan mendukung transformasi sistem kesehatan nasional serta memastikan layanan kanker yang berkualitas, terjangkau, dan berkeadilan bagi masyarakat. info/red

55 / 100 SEO Score