
Surabaya – Generasi muda diharapkan bisa melestarikan batik yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Rektor Universitas Ciputra Surabaya Ir. Yohannes Somawiharja, M.Sc, Selasa (1/4/2025) lalu, mengatakan generasi muda seperti mahasiswa saat ini hanya mengenal batik printing.
Sehingga, mahasiswa perlu mengenal batik, tidak hanya melalui produk jadinya saja, namun juga proses pembuatannya.
“Mahasiswa pertama harus belajar taste. Seperti yang saya sudah katakan, mahasiswa hanya mengenal atau tahu batik printing, yang belinya di Pasar Atom Surabaya. Itu tidak salah, tapi kita cuman ingin memberitahukan kepada mereka, secara klasik bahwa batik itu sebenarnya apa sih,” kata Rektor Universitas Ciputra Surabaya.
“Kemudian kita berharap mereka bisa terinspirasi, untuk bisa mengembangkan, dan juga melestarikan batik. Sehingga warisan budaya ini, menjadi langgeng. Karena batik kita sudah mendapatkan reward dari UNESCO, tapi reward itu bisa dicabut, apabila kita tidak mengembangkannya.”
Mengenalkan budaya Indonesia khususnya batik khususnya ke generasi muda seperti mahasiswa sebagai warisan budaya secara internasional, diharapkan bisa terus dilakukan.
Agar batik yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dapat selalu lestari dan tidak di klaim oleh negara luar. info/red

Berita Lainnya
Bank Jatim Kerjasama Bareng KAI Wisata Perkuat Layanan Nasabah Prioritas
Pemprov Jakarta Umumkan Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis
Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan