29 September 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Reinold Pietersz, Kiprah Sang Legenda di Kancah Sepak Bola Indonesia

11 / 100 SEO Score
Reinold persebaya

Surabaya, pustakalewi.com – Reinold “Koko” Pietersz, lahir di Ambon pada 11 Maret 1974. Menyukai sepak bola sejak kecil, Reinold bergabung dengan tim junior PSA Ambon. Tahun 1990, dia merantau ke Jakarta untuk bermain sepak bola. Permainannya yang impresif membuat Reinold naik kasta dan memperkuat tim senior PSA Ambon. “Saat itu saya masih 19 tahun, baru lulus SMA dan jadi pemain paling muda di sana,” ucap pria berusia 47 tahun ini.

Sukses bersama PSA Ambon, Reinold bergabung dengan Persegres Gresik di tahun 1994 selama dua musim. Dia pun terpilih untuk mewakili Jawa Timur dalam PON 1996 di Jakarta, dan berhasil membawa pulang medali emas dalam cabang olahraga sepak bola.

Kiprah putra kebanggaan Ambon ini berlanjut pada tahun 1997. Reinold bergabung dengan Persebaya Surabaya. Tahun tersebut merupakan tahun yang sangat bersejarah, karena skuad “Bajul Ijo” berhasil menjadi kampiun dalam Liga Kansas 1997. Saat itu Persebaya berhasil mengalahkan Bandung Raya di partai puncak. “Musim itu sangat berkesan, karena selain juara, saya juga bermain dengan pemain hebat seperti Jacksen F Tiago, Anang Ma’ruf, dan Aji Santoso,” ucap Reinold.

Pemain yang berposisi sebagai penyerang ini membela Persebaya hingga tahun 2002. “Meskipun tidak juara seperti musim 1997, tapi kami bisa meraih runner-up dan empat besar dalam rentang lima musim tersebut,” ujar Reinold.

Tidak berhenti sampai di sana, Reinold melanjutkan karirnya di Persela Lamongan. Saat itu Persela sedang berada di Liga 2, dan semusim kemudian berhasil naik ke Liga 1. Lalu di tahun 2003, Reinold bergabung dengan Persekapas Pasuruan. Walau hanya bermain satu musim, Persekapas berhasil naik kasta dari Liga 2 ke Liga 1.

Reynold Pietersz

Pada tahun 2004, Reinold bertolak ke Persiku Kudus. Kala itu Persiku sedang berada di Liga 3. Bermain selama satu setengah musim, Reinold berhasil membantu Persiku untuk naik kasta ke Liga 2. Selanjutnya, Reinold kembali memperkuat skuad Bajul Ijo yang pernah membesarkan namanya di pertengahan musim 2005.

Saat itu Persebaya sedang berada di Liga 2, hingga akhirnya bisa kembali ke Liga 1. Setelah kiprah panjangnya di dunia sepak bola tanah air, akhirnya di tahun 2007 Reinold memutuskan untuk gantung sepatu.

Sejak saat itu, Reinold bekerja untuk Pemerintah Kota Surabaya. “Saya saat ini bekerja di Dispora, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Surabaya,” ucap Reinold. Jika dulu dia menjadi pemain yang bekerja di dalam lapangan, saat ini Reinold bertanggung jawab untuk mengurus lapangan. “Saya bertanggung jawab di bagian fasilitas, sarana dan prasarana. Salah satunya membangun lapangan berbagai cabang olahraga seperti basket dan futsal di Surabaya,” pungkas Reinold. (PJ)

11 / 100 SEO Score