
Banyuwangi – Pulau Bedil di perairan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, kian mencuri perhatian wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Gugusan pulau kecil yang eksotis dengan suasana tenang dan alami menjadikan destinasi ini sebagai primadona baru wisata bahari di ujung selatan Banyuwangi.
Secara geografis, Pulau Bedil berada di kawasan pesisir selatan Banyuwangi yang langsung menghadap Samudera Hindia. Keunikan destinasi ini terletak pada deretan pulau-pulau kecil yang saling berdekatan dan membentuk lanskap estetik yang jarang ditemui di wilayah pesisir Pulau Jawa.
Keindahan Pulau Bedil dapat dinikmati dari sejumlah titik pandang, seperti Green Island, Puncak Kemuning, dan Jungle Island. Dari ketinggian, wisatawan disuguhi panorama gugusan pulau di tengah laut dengan gradasi warna air hijau toska hingga biru tua. Pesona tersebut membuat Pulau Bedil kerap dijuluki sebagai “Raja Ampat-nya Banyuwangi”.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, mengatakan kunjungan wisatawan ke Pulau Bedil mengalami peningkatan signifikan selama periode libur Nataru 2025–2026. Berdasarkan data, sejak 24 hingga 31 Desember 2025 tercatat sebanyak 3.397 wisatawan menyeberang menuju destinasi tersebut.
“Selain panorama dari ketinggian, pengunjung juga dimanjakan oleh kejernihan air laut dengan gradasi warna yang indah. Laguna di sekitar pulau relatif tenang dan aman untuk berenang, sehingga wisatawan bisa menikmati alam terbuka yang masih sangat alami,” ujar Taufik, Kamis (1/1/2026).
Untuk mencapai Pulau Bedil, wisatawan harus menempuh perjalanan darat sekitar dua jam dari pusat Kota Banyuwangi menuju Pantai Mustika, Pancer. Dari pantai tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan perahu tradisional milik nelayan setempat.
Selama perjalanan laut, wisatawan disuguhi pemandangan tebing karang yang menjulang serta ombak khas pantai selatan. Perjalanan singkat di atas perahu menjadi pengalaman tersendiri sebelum akhirnya menginjakkan kaki di hamparan pasir putih Pulau Bedil.
Momentum libur panjang kerap menjadi puncak kunjungan wisatawan, termasuk saat peringatan Hari Raya Waisak. Bahkan, wisatawan mancanegara mulai melirik Pulau Bedil sebagai alternatif destinasi wisata selain Bali. Perbaikan infrastruktur serta promosi melalui media sosial turut mendorong meningkatnya popularitas destinasi ini di kalangan pelancong.
Usai menikmati keindahan Pulau Bedil, wisatawan biasanya kembali ke Pantai Mustika untuk menikmati kuliner laut segar. Beragam sajian hasil tangkapan nelayan, mulai dari ikan bakar hingga lobster, menjadi pelengkap sempurna sembari menikmati panorama matahari terbenam di pesisir selatan Banyuwangi. info/red

Berita Lainnya
Pantau Kemanan Kota Pemkot Surabaya Targetkan 179 TPS Terpantau CCTV
Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan
Gelar Rakernas di Senggigi,IHGMA Rumuskan Solusi Jitu Hadapi Tantangan Domestik Maupun Global