
Surabaya – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik pengolahan mineral (smelter) PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021).
Smelter Freeport dibangun di atas lahan seluas 103 hektare (ha) di KEK Manyar dengan investasinya US$ 3 miliar atau setara Rp 42,6 triliun. Smelter ini kapasitas memproses 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun, dan pemurnian lumpur PMR untuk mengola lumpur anoda menjadi emas mencapai 6.000 ton per tahun.
“Smelter yang akan dibangun dengan desain single line adalah terbesar di dunia, karena mampu mengelola 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Bayangkan, 1,7 juta ton konsentrat tembaga itu kalau diangkut menggunakan truk kecil, yang biasa mengangkut 3-4 ton, berapa banyak truk yang diperlukan,” kata Presiden Jokowi.
Hadir pada kesempatan itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia memiliki cadangan tembaga yang sangat besar, bahkan termasuk dalam 7 besar dunia. Negara-negara itu adalah Cile, Australia, Peru, Rusia, Meksiko, Amerika Serikat, Indonesia, dan Tiongkok. “Ini yang banyak kita tidak tahu,” ujarnya.
Potensi yang sangat besar ini, lanjutnya, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan menciptakan nilai tambah yang setinggi-tingginya bagi perekonomian nasional. “Jangan sampai kita memiliki tambang, kita memiliki konsentrat, smelter–nya, hilirisasinya ada di negara lain, ada yang di Spanyol, ada di Jepang. Nilai tambahnya yang menikmati mereka. Inilah kenapa smelter PT Freeport ini di dalam negeri yaitu di Gresik, Jawa Timur,” ujar Presiden Jokowi.
Menurut Presiden Jokowi pemerintah telah mengeluarkan sebuah kebijakan strategis terkait industri tambang tembaga, dimana pemerintah telah menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia dan mendorong agar Freeport membangun smelter di dalam negeri. “Karena, sekali lagi, kita ingin nilai tambah itu ada di sini. Tadi disampaikan Pak Menteri BUMN, ini dalam masa konstruksi saja akan ada 40.000 tenaga kerja yang bisa bekerja. Artinya, terbuka lapangan kerja akan banyak sekali di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur,” katanya. info/red

Berita Lainnya
Diskon Listrik 50 Persen PLN Hadir Lagi di April 2026
Gelar Rakernas di Senggigi,IHGMA Rumuskan Solusi Jitu Hadapi Tantangan Domestik Maupun Global
Dukung Ekosistem Sepak Bola Usia Muda, BRI Region 12 Surabaya Gelar Youth Champions League 2026