5 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Perkumpulan HTK Gelar Bedah Novel Tjong Diangkat dari Kisah Nyata

10 / 100 SEO Score
IMG 20230522 WA0013 800x445 1

Surabaya – Perkumpulan Hwie Tiauw Ka (HTK) Surabaya menggelar acara menarik, yakni Bedah Buku Novel ‘Tjong’ diangkat dari kisah nyata kehidupan Tjong Kie Lin (张继粦) kelahiran Desa Fu Yim Tong, Kabupaten Moiyen, Provinsi Guangdong, Tiongkok, yang akhirnya menetap di Yogyakarta.

Kegiatan digelar di Gedung Serba Guna HTK, tepat pukul 10 siang hingga selesai, pada Minggu 21 Mei 2023. Dihadiri anggota, pengurus Perkumpulan HTK, Prof. Anita Lie, akademisi dan lainnya.

Bertindak selaku pembedah buku novel adalah Profesor Esther Kuntjara. Juga menghadirkan Dr Satrijo Tanudjojo putra mendiang Bapak Tjong Kie Lin, dan penulis novel Herry Gendut Janarto.

Lie Wiliani Wakil Ketua Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya membuka kegiatan, mewakili Ketua HTK Jayapranata yang berada di Medan dan menitip salam hangat untuk pembicara serta seluruh hadirin.

“Bapak Tjong Kie Lin adalah keturunan Hakka yang semasa hidupnya turut memberi warna dan kontribusi yang nyata kepada Negara Indonesia tercinta ini,” ujar Lie Wiliani dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara.

Hady Sutris Winarlim, M.Sc, Wakil Ketua Pelaksana Harian HTK, menyampaikan bedah novel ini untuk mengetahui perjuangan yang dilakukan mendiang Bapak Tjong Kie Lin.

“Beliau turut mempertaruhkan nyawa mendukung gerilyawan melawan penjajah di Yogyakarta,” ujarnya.

Elisa Christina, B.A, M.A, M.Pd bertindak sebagai moderator, meminta warga Hakka maupun masyarakat luas bisa memiliki dan membaca buku novel Tjong.

“Semangat Hakka yang dimiliki mendiang Bapak Tjong Kie Lin bisa menjadi inspirasi,” terang Elisa yang mengaku berlinang air mata saat membaca buku novel dengan tutur kata yang sangat bagus.

Sementara itu, Profesor Esther Kuntjara dari Petra Christian University (PCU) menjelaskan secara detail tentang novel tersebut.

“Bapak Tjong Kie Lin memiliki 12 anak. Beliau pekerja keras, ulet dan jujur. Melibatkan keluarga untuk menikmati keberhasilan usaha. Menolong putra putranya dan mendorong cucu untuk terus mencari ilmu,” terang Esther.

Dr Satrijo Tanudjojo yang memiliki ide menovelkan ayahnya untuk berbagi kepada generasi muda, khususnya anak cucu.

Herry Gendut Janarto lahir di Yogyakarta dan ahli menulis biografi yang diterbitkan Gramedia. Sudah belasan buku karyanya.

“Novel Tjong bisa terwujud atas bantuan banyak teman, juga melalui pengumpulan data dan informasi,” ungkapnya.

Pada akhir acara, pengurus HTK menyerahkan kenang-kenangan, kemudian foto bersama, dan makan siang.

info/red

10 / 100 SEO Score