
Pustakalewi.com – Harga bahan pokok (bapok) di pasar Surabaya melambung seminggu terakhir. Perubahan harga itu dipicu minimnya ketersediaan barang serta kendala distribusi dari daerah penghasil. Sebagai solusinya, Pemkot Surabaya dan Bulog Jatim kembali menggelar operasi pasar (OP).
Sabtu (11/2) OP dihelat di sembilan pasar tradisional. Di antaranya, Pasar Tambahrejo, Pasar Wonokromo, Pasar Genteng, dan Pasar Balongsari. Selain itu, di Pasar Pabean, Pasar Pegirian, Pasar Pucang Anom, Pasar Kembang, dan Pasar Keputran Selatan.
Dalam kegiatan itu, Pemkot Surabaya dan Bulog Jatim menyediakan beras dan minyak murah. Bapok itu khusus dijual kepada pedagang pasar. Pendistribusiannya disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasar.
Pasar Tambahrejo, misalnya. Pasar di Simokerto itu mendapatkan pasokan 3 ton beras kualitas medium. Delapan pasar lainnya menerima jatah sebanyak 2 ton beras. Sebanyak 1.992 karton minyak curah kemasan didistribusikan secara merata.
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya Devie Afrianto menyatakan, OP digelar di pasar tradisional serta di 31 kecamatan. ’’Kami menyediakan total sebanyak 50 ton beras,’’ ucapnya Sabtu (11/2).
Erwin memastikan kebutuhan beras sampai Lebaran aman. Harganya pun stabil. ’’Kami menjual 1 kilogram beras ke pedagang seharga Rp 8.300. Dan mereka (pedagang, Red) menjual ke pembeli tidak boleh lebih dari Rp 9.450/kg,’’ kata Erwin. Info/red

Berita Lainnya
Jelang Long Weekend, Volume Penumpang KAI Daop 8 Surabaya Meningkat Tajam
Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp 44,47 Triliun
KPPU–Kejaksaan Agung Berhasil Pulihkan Rp43,9 Miliar dari Denda Pelaku Usaha