
Surabaya – Petra Christian University atau Universitas Kristen Petra (PCU) menggelar Petra Agility & Integrity Forum: Compliance and Sustainability Growth di Petra Performance Hall, Selasa (30/9/2025). Forum ini mempertemukan akademisi, profesional, dan praktisi untuk membahas isu kepatuhan, pencegahan fraud, hingga keberlanjutan bisnis dalam menghadapi kompleksitas regulasi dan tantangan era digital.
Forum menghadirkan tiga pembicara utama: Dr. Kuntadi, S.H., M.H. (Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur), Dr. (Cand) Wani Sabu, S.H., M.M. (Senior Advisor Fraud Banking Investigation PT BCA), dan Untung Basuki, S.E., M.E. (Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I). Mereka mengulas topik: “Cybercrime, Fraud, dan Anti-Korupsi: Peran Strategis Bank dan Aparat Hukum dalam Menjaga Stabilitas Keuangan”.
Koordinator acara, Dr. Yenni Mangoting, S.E., M.Si., Ak. BKP., menekankan forum ini sebagai sarana strategis bagi keberlanjutan bisnis. “Forum ini dirancang untuk membahas bagaimana kepatuhan dalam pajak, pencegahan fraud, perdagangan, dan keuangan digital dapat menjadi pondasi kokoh bagi keberlanjutan bisnis,” jelasnya. Ia menambahkan, forum ini juga mengedepankan inisiatif layanan masyarakat. “Dengan demikian, forum ini bukan hanya sekadar ajang pertukaran ide, tapi juga wadah untuk menciptakan dampak sosial yang nyata,” tambahnya.
Selain itu, forum juga membahas topik “Global Trends in Tax Compliance, Sustainability, and Ethical Business Practices” bersama Dr. Samingun, Ak., M.Ak. (Kepala Kanwil DJP Jatim I), Darussalam, S.E., Ak., C.A., M.Si., LL.M Int. Tax. (Ketua Umum PERTAPSI), dan Prof. Dr. Poltak Maruli John Liberty Hutagaol (Advisory Board Accounting Department, PCU). Isu digitalisasi turut disorot melalui sesi “Pengaruh Digitalisasi dan AI Terhadap Kebijakan Perpajakan di Indonesia: Tantangan dan Peluang” oleh Denny Vissaro, S.E., MSE., MA., BKP., ADIT. (Manager DDTC Fiscal Research and Advisory) dan Fannany Priambodo Mukti (Penata Komputer Ahli Madya DJP Kemenkeu).
Forum ini juga menjadi rangkaian Olimpiade Forum Tax Center Surabaya (OFTCS) yang digelar Kanwil DJP Jatim. Setelah penyisihan online pada 29 September, semifinal dan final digelar 1 Oktober 2025 di Kampus PCU. Finalis akan berdebat dengan materi seminar sehari sebelumnya sebagai bahan utama.
Menurut Dr. Yenni, penyelenggaraan di PCU bukan tanpa alasan. “Sistemnya adalah piala bergilir, sehingga untuk periode ini, Kampus PCU berkesempatan menjadi tuan rumah karena tim mahasiswa PCU berhasil meraih Juara 1 pada kompetisi OFTCS tahun 2024,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa inti kegiatan ini bukan hanya akademik, melainkan juga pemberdayaan masyarakat. “Harapannya dari kegiatan ini, masyarakat lokal dapat diberdayakan dengan keahlian dalam kepatuhan pajak, regulasi perdagangan, dan transformasi digital secara jelas,” pungkasnya.info/red

Berita Lainnya
Mensos Gus Ipul Pastikan Lulusan Sekolah Rakyat Tak Menganggur
Program Petra Mengajar V Jangkau 1.000 Anak Prasejahtera di Surabaya
Rayakan Hari Bumi, Menabung Air Foundation dan Jakarta Montessori School Tanamkan Kesadaran Konservasi Air Sejak Dini