30 September 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Oikoumene Baru di Bumi Saruma MPH PGI Daerah Halmahera Selatan Resmi Dilantik

52 / 100 SEO Score

7E182116 5BC4 45F8 B7AF 9310C893394E 1790562638

Labuha – Melalui agenda kerja dan proses pergumulan yang panjang, gereja-gereja di Halmahera Selatan akhirnya menemukan satu momentum penting dalam perjalanan oikoumenisnya. Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH PGI) Daerah Halmahera Selatan Periode 2026–2030 resmi dilantik.

Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Gereja GSJA Labuha, Minggu (27/9/2026), mulai pukul 17.00 WIT hingga sekitar pukul 21.30 WIT. Rangkaian acara diawali dengan ibadah, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan, sambutan-sambutan, dan diakhiri dengan makan bersama.

Momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni organisasi. Kehadiran PGI Daerah Halmahera Selatan menandai babak baru perjalanan oikoumene di Bumi Saruma. Setelah sekian lama gereja-gereja di Halmahera Selatan bergumul dan melayani di jalan masing-masing, kini terbuka ruang untuk berjalan bersama dalam sebuah arak-arakan oikumene.

Pelantikan MPH PGID Halmahera Selatan dilakukan oleh Pdt. Willem Jacob Terloit, M.Th., Sekretaris Umum PGIW Maluku Utara, diawali dengan pembacaan Surat Keputusan MPH PGIW Maluku Utara. Prosesi tersebut disaksikan oleh Wakil Bupati Halmahera Selatan, para pimpinan gereja, tokoh lintas agama, unsur pemerintah, lembaga keumatan, organisasi kepemudaan, serta tamu undangan lainnya.

13 Pelayan Gereja Menyatakan Kesediaan
Salah satu momen penting dalam prosesi pelantikan terjadi ketika 13 orang MPH PGI Daerah Halmahera Selatan terlebih dahulu ditanyakan kesediaannya untuk menerima tugas dan tanggung jawab pelayanan. Pertanyaan tersebut dijawab secara serempak dengan nada tegas dan penuh keyakinan. Seluruhnya menyatakan kesanggupan untuk mengemban amanah pelayanan oikumenis selama periode 2026–2030.

Jawaban serempak tersebut menjadi simbol bahwa kepengurusan baru ini tidak hanya menerima sebuah jabatan organisasi, tetapi juga mengambil bagian dalam sebuah panggilan bersama untuk memperjuangkan persatuan gereja di Halmahera Selatan.

“Supaya Gereja-Gereja Menjadi Satu”
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum PGI Daerah Halmahera Selatan, Pdt. Fridolin R. Kwalomine, M.Si. menegaskan bahwa PGI Daerah Halmahera Selatan hadir untuk mengupayakan terwujudnya doa Yesus tentang kesatuan gereja. Menurutnya, kesatuan gereja tidak boleh berhenti sebagai gagasan atau slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui sebuah arak-arakan oikumene; “….Kita ingin mewujudkan doa Yesus, supaya gereja-gereja menjadi satu adanya. Kesatuan atau keesaan itu akan kita bangun dalam arak-arakan oikoumene.”

Karena itu, gereja-gereja di Halmahera Selatan, ujar Kwalomine, harus mampu membangun semangat persaudaraan, bergandengan tangan, dan bersama-sama menjawab berbagai persoalan yang dihadapi gereja, masyarakat dan bangsa. Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kehidupan internal gereja, tetapi juga berbagai persoalan sosial, kemanusiaan, kebangsaan, serta pergumulan ekologis yang semakin membutuhkan perhatian bersama.

PGIW Maluku Utara: Saatnya “Oikumene in Action”
Sementara itu, Sekretaris Umum PGIW Maluku Utara, Pdt. W. J. Terloit, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembentukan PGI Daerah Halmahera Selatan merupakan bagian dari agenda kerja PGIW Maluku Utara. Ia menguraikan bahwa rekomendasi untuk membentuk PGID Halmahera Selatan telah menjadi bagian dari proses persidangan dan agenda kerja PGIW Maluku Utara. Rekomendasi tersebut lahir dalam Sidang MPL II PGIW Maluku Utara di Tobelo dan kemudian diperkuat melalui MPL III PGIW Maluku Utara di Sofifi, yang merekomendasikan agar segera dibentuk PGID Halmahera Selatan.

Rekomendasi tersebut selanjutnya ditindaklanjuti hingga akhirnya MPH PGI Daerah Halmahera Selatan terbentuk berdasarkan Surat Keputusan MPH PGIW Maluku Utara. Terloit juga menyampaikan ucapan selamat kepada Pdt. Fridolin R. Kwalomine, M.Si. dari GPM dan Pdt. Johan Mananeke, S.Th. dari GSJA, yang telah dilantik masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum MPH PGID Halmahera Selatan untuk periode 2026–2030.

Ia berharap kehadiran PGID Halmahera Selatan menjadi ruang bersama bagi seluruh gereja, baik anggota PGI maupun non-PGI, untuk semakin memperkuat persaudaraan dan kebersamaan. “Semoga semua gereja-gereja anggota PGI maupun non-PGI dapat bersatu padu dan saling membersamai dalam oikumene in action,” demikian harapannya.

Pemerintah: Persoalan Umat Tidak Bisa Ditanggung Sendiri
Dukungan terhadap kehadiran PGI Daerah Halmahera Selatan juga disampaikan oleh Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin. Dalam sambutannya, Helmi menyambut kehadiran PGI Daerah Halmahera Selatan sebagai bagian penting dari mitra Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam membangun kehidupan masyarakat.

Menurutnya, berbagai persoalan keumatan, kemasyarakatan, dan kebangsaan tidak mungkin ditanggung oleh pemerintah seorang diri. “Semua beban persoalan keumatan, kemasyarakatan dan kebangsaan ini tidak bisa ditanggung oleh pemerintah sendiri. Semua harus bekerja bersama, termasuk bersama dengan PGI,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus membuka ruang bagi PGID Halmahera Selatan untuk mengambil bagian lebih luas dalam membangun kolaborasi antara gereja, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Dihadiri Lintas Gereja dan Lintas Elemen Masyarakat
Pelantikan MPH PGID Halmahera Selatan dihadiri oleh para pimpinan gereja anggota PGI maupun non-PGI, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kepala Kantor Kementerian Agama Halmahera Selatan, anggota DPRD Provinsi Maluku Utara daerah pemilihan Halmahera Selatan, anggota DPRD Halmahera Selatan, para pimpinan lembaga keumatan, DPC GAMKI Halmahera Selatan, PCPS GMKI Bacan, BPC GMKI Bacan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan oikumene di Halmahera Selatan tidak berlangsung dalam ruang yang eksklusif. Gereja hadir dalam relasi yang lebih luas dengan pemerintah, masyarakat, lembaga keumatan, organisasi kepemudaan, serta komunitas lintas agama.

Komposisi MPH PGID Halmahera Selatan 2026–2030
Adapun susunan dan personalia MPH PGI Daerah Halmahera Selatan Periode 2026–2030 adalah:

Ketua Umum: Pdt. F. R. Kwalomine, M.Si. — GPM Labuha
Ketua I: Pdt. Bernadus Toke, S.Pd., SH., M.Th. — GBI Labuha
Ketua II: Pdt. Berty Marentek — GBT Alfa Omega
Ketua III: Pdt. Yunus Dara, S.Th. — Gereja Kalvari
Ketua VI: Pdt. Yustitia Gumuru, S.Si. Teol. — GMIH Tomori
Sekretaris Umum: Pdt. Johan Mananeke, S.Th. — GSJA Labuha
Wakil Sekretaris Umum: Bpk. Welprit Mahare, S.Si. — GBI Sayoang
Bendahara Umum: Ibu Irene Tatontos — GPM Labuha
Wakil Bendahara Umum: Yoner Munery, S.Sos. — GSJA Tomori
Anggota:

Pdt. Yeheskiel Joeliantoro, SH. — GBI Tomori
Pdt. Aprilia N. Hukom, M.Th. — GPM Kailaka
Pdt. Adriana Dalita, S.Th. — GSJA Labuha
Bapak Leonard Hana Salahudin, S.P. — GPM Tomori

Menemukan Jalan Bersama
Pelantikan MPH PGID Halmahera Selatan akhirnya ditutup dengan makan bersama. Namun, di balik rangkaian seremoni tersebut tersimpan sebuah pesan yang jauh lebih besar: gereja-gereja di Halmahera Selatan sedang memasuki sebuah perjalanan baru. PGI Daerah Halmahera Selatan kini memiliki mandat untuk menjadi ruang perjumpaan, ruang dialog dan ruang kerja bersama bagi gereja-gereja dalam menjawab tantangan zaman.

Di tengah berbagai persoalan sosial, kemanusiaan, kebangsaan dan lingkungan hidup yang semakin kompleks, gereja-gereja tidak cukup hanya berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan keberanian untuk saling mendengar, saling menerima, saling menguatkan dan kemudian berjalan bersama. Di Bumi Saruma, arak-arakan itu kini dimulai. Bukan lagi sekadar berjalan di jalan masing-masing, tetapi menemukan jalan bersama dalam semangat oikumene. (Pdt. F. R. Kwalomine/PGI/info/red)

52 / 100 SEO Score