10 March 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Memprihatinkan Rumah Sakit Jiwa Menur ‘Kebanjiran’ Pasien Kecanduan Judi Online

54 / 100 SEO Score

ilustrasi judi online

Surabaya – Jumlah pasien dengan kecanduan judi online yang ditangani Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur meningkat signifikan. Bahkan, jumlahnya tiap tahun terus meningkat.

“Pada awal tahun 2024, kami menangani 68 pasien. Tahun ini bulan April kami sudah menangani 51 pasien. Pastinya, jumlah ini akan meningkat karena saat ini bulan Juni minggu ke-4,” kata Direktur Utama RS Menur, drg. Vitria Dewi dalam keterangnnya, Selasa (24/6/2025).

Ia menyebut, pasien yang dirawat berlatar belakang macam-macam mulai pengangguran hingga mempunyai pekerjaan yang mapan dengan usai pasien mulai 14 tahun hingga 70 tahun.

Untuk penanganan pasien dengan kecanduan judol, tergantung tingkat keparahan pasien, dukungan keluarga hingga keinginan sembuh dari pasien sendiri.

“Ada yang rawat jalan, ada yang rawat inap, dukungan tim dokter spesialis jiwa dan psikolog, tergantung dari keparahan masing-masing ketika pasien datang,” imbuh Dewi.

Pihaknya juga sempat menemukan kasus pasien yang kecanduan judol parah hingga mengalami kecanduan obat-obatan terlarang.

“Awalnya datangkarena kecanduan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain) dulu, terus kita lakukan pendalaman, ternyata mereka juga melakukan aktivitas dengan aplikasi judol,” ungkapnya.

Untuk faktor kecanduan obat-obatan terlarang, biasanya terjadi pada pasien yang terjerat pinjol akibat maraknya iklan di media sosial.

“Dari teori kecanduan yang dipelajari teman-teman di sini. Kalau sudah coba sekali akan munculkan rasa senang, akhirnya dia ingin coba lagi, dan itu semakin parah, semakin harus tambah-tambah terus kan dan ketika sudah tidak mempunyai uang untuk membeli maka akan mengambil dana dari pinjol sehingga makin terjerat dua sisi,” paparnya.

Oleh karenanya, saat ini RSJ Menur telah berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim dan Polda Jatim dalam rangka upaya sosialisasi dan pencegahan judol di masyarakat.

“Saat ini kami bergandengan tangan bareng-bareng dengan Diskominfo dan Polda untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi, supaya ada pencegahan di masyarakat,” ucapnya.

Ia berpesan agar jangan mudah sekali-kali mencoba aplikasi judi online, serta lebih bijak dalam menggunakan gadget.

“Karena kalau sudah nyoba, terus kejebak masuk ke sana, dampaknya itu luar biasa,” pungkas dia. Info/red

54 / 100 SEO Score