
Yogyakarta tidak pernah kehabisan narasi, khususnya jika membedah dinamika lanskap pariwisata di kawasan Gunungkidul. Salah satu objek yang belakangan ini mendominasi algoritma dan linimasa media sosial adalah Pantai Drini. Destinasi yang secara empiris dijuluki sebagai “Pantai Dua Wajah” akibat dikotomi karakteristiknya yang menampilkan sisi perairan tenang (laguna) sekaligus sisi samudera dengan ombak yang destruktif menjadi representasi nyata dari urgensi transformasi destinasi di era kontemporer.
Namun, jika dianalisis secara kritis di tengah gempuran tren mass tourism saat ini, komodifikasi visual semata jelas tidak lagi reduksionistik atau cukup untuk menjamin keberlanjutan. Diskursus terbesarnya hari ini adalah: sejauh mana efektivitas penetrasi komunikasi pariwisata digital kita dalam mengartikulasikan substansi narasi Pantai Drini, agar destinasi ini tidak terjebak dalam fenomena hype sesaat atau sekadar menjadi korban komersialisasi viralitas (temporary viral effect)?
Aspek apa merujuk pada upaya reposisi citra (rebranding) dari media konvensional ke ranah digital. Pantai Drini tidak lagi dipromosikan secara satu arah, melainkan dikomodifikasi melalui konten kreatif dan digitalisasi spot atraktif seperti area kano dan jembatan karang. Konstruksi informasi ini digerakkan oleh siapa yang melibatkan banyak aktor (multi-stakeholder). Pola komunikasi telah bergeser dari yang semula bersifat birokratis-sentralistik (top-down) menjadi berbasis user-generated content, di mana Pokdarwis, Dinas Pariwisata, UMKM, dan netizen saling berkolaborasi. Di sini, ulasan digital wisatawan (peer-to-peer review) memegang kendali atas reputasi destinasi.
Secara spasial dan temporal, lokasi fisik objek ini berada di Gunungkidul, Yogyakarta, namun aktivitas komunikasinya terjadi secara virtual di ruang global selama 24 jam. Wisatawan masa kini melakukan validasi data secara real-time di media sosial sebelum melakukan mobilisasi fisik.
Urgensi mengapa digitalisasi ini menjadi variabel krusial tidak lepas dari ketatnya kompetisi destinasi di sepanjang Jalur Jalan Lintas Selatan (JLS). Pantai Drini dihadapkan pada pergeseran perilaku pasar yang menuntut transparansi dan keunikan produk wisata. Jika komunikasi pariwisata yang dibangun bersifat pasif dan hanya mengeksploitasi visual tanpa sentuhan penceritaan (storytelling) terkait ekologi dan budaya nelayan lokal, destinasi ini rentan tenggelam dalam kejenuhan pasar.
Sebagai langkah taktis, bagaimana memformulasikan strategi ke depan? Kuncinya adalah transisi dari komunikasi visual yang superfisial menuju implementasi experiential storytelling sebuah narasi berbasis pengalaman yang mampu membangun keterikatan emosional antara wisatawan dan destinasi.
1. Pokdarwis dan kreator lokal harus aktif mengkomunikasikan aspek edukasi, misalnya keunikan biota laut di zona air tenang atau sejarah pulau karang Drini.
2. Transparansi informasi digital mengenai tarif kano, fasilitas parkir, dan kuliner ikan bakar harus selalu diperbarui guna menghindari isu getok harga yang sering merusak citra wisata Jogja secara digital dalam sekejap.
3. Memanfaatkan fitur interaktif seperti virtual tour atau pemesanan tiket online terintegrasi demi kenyamanan wisatawan modern.
Lewat dunia digital, Pantai Drini sekarang punya kesempatan emas buat dikenal lebih luas, bahkan sampai ke luar negeri. Modal utamanya jelas ada pada pemandangan alamnya yang unik, dimana kita bisa nemuin dua suasana pantai yang bertolak belakang di satu tempat sekaligus. Tapi perlu diingat, biar Pantai Drini bisa bertahan lama dan nggak cuma viral musiman, kuncinya ada pada cara kita mempromosikannya. Informasi yang dibagikan harus konsisten, jujur, dan selalu mengikuti perkembangan zaman. Kalau strategi komunikasi digitalnya dikelola dengan rapi dan sehat, Pantai Drini nggak bakal cuma jadi latar belakang foto estetik di HP aja, tapi benar-benar tumbuh jadi tempat wisata kebanggaan Jogja yang ramah pengunjung, profesional, dan tetap terjaga kelestariannya.
Penulis: Satria

Berita Lainnya
Manfaatkan Liburan Terakhir Sebelum Sekolah Dimulai dengan Diskon 30 Persen di fave hotel Graha Agung Surabaya
@HOM Simpang Lima Semarang Andalkan Lokasi Strategis dan Promo Unggulan
Menikmati Fajar Menyingsing di Kota Lama: Bisik Sejarah Surabaya Bersama Horison Arcadia Heritage