1 May 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Marak Sampah di Pantai Kuta, Jesslyn Anastasia Ajak Peran Semua Pihak Menjaga Ikon Wisata di Bali Ini

7 / 100 SEO Score
IMG 20230218 131104

Surabaya,pustakalewi.com – Kemajuan sektor pariwisata di Bali, di satu sisi memang membawa dampak ekonomi bagi pulau dewata tersebut. Berbagai sektor pendukung bisnis pelepas lelah ini terus berkembang sepanjang tahun. Mulai dari penyediaan akomodasi, toko cinderamata, tempat hiburan malam, transportasi hingga sektor perdagangan yang mendukung keberadaan para wisatawan.

Namun di satu sisi yang tak kalah penting dan menjadi masalah dalam keseharian, tentu saja adalah sampah. Setiap hari, pulau Bali menghasilkan sampah tak kurang dari 10 ribu meter kubik, menurut data dari Badan Lingkungan Hidup Bali. Sebagian besar, atau sekitar 57% adalah sampah di wilayah perkotaan, termasuk wilayah pariwisata.

Masalah sampah semakin menjadi persoalan, saat para wisatawan yang datang dari berbagai wilayah tidak memiliki kesadaran untuk membuang sampah di tempat yang semestinya. Alhasil, pulau dewata yang seharusnya nyaman, menjadi semakin kehilangan pesonanya karena serakan sampah di berbagai wilayah, terutama di kawasan wisata utama yang selama ini menjadi andalan seperti Pantai Kuta.

Masalah lingkungan akibat sampah inilah yang menjadi keprihatinan bagi selebgram asal Surabaya Jesslyn Anastasia Setiono yang ditemui pustakalewi.com di rumahnya Jumat siang (17/02/2023).

IMG 20230218 131123

Menurut Jesslyn perlu langkah nyata dan peran semua pihak untuk menjaga lingkungan pantai terutama pantai Kuta yang akhir-akhir ini sering menjadi soroton karena banyaknya sampah yang berserakan.

“Kita tidak bisa hanya menyerahkan banyaknya sampah di pantai yang menjadi salah satu tujuan wisata di Pulau Bali ini kepada pemerintah. Perlu juga peran serta dari masyarakat sebagai pelaku wisata, para wisatawan dan pengusaha untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan pantai. ” terang Jesslyn.

Tanpa dukungan semua pihak mustahil hal tersebutbisa terwujud.” Pemerintah sudah berusaha maksimal membersihkan dan manjaganya tapi tetap aja ada warga masyarakat yang membuang sampah sembarang sama aja percuma.”

Pulau dewata yang seharusnya nyaman, menjadi semakin kehilangan pesonanya karena serakan sampah di berbagai wilayah, terutama di kawasan wisata utama yang selama ini menjadi andalan seperti Pantai Kuta.

Kuta, sebagai salah satu daya tarik utama Bali, bisa dikunjungi oleh 5.000 hingga 6.000 orang per hari saat musim liburan tiba. Bayangkan berapa banyak volume sampah yang dihasilkan dari jumlah pengunjung yang sebegitu membludak. Info/red

7 / 100 SEO Score