1 May 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Mahasiswa Untag Hadirkan Solusi Teknologi Tepat Guna di Desa Kedungudi Kecamatan Trawas

IMG 20260115 WA0028

Solusi Teknologi Tepat Guna: Inovasi Alat Penebar Pupuk Berbasis Pipa oleh Mahasiswa Untag di Desa Kedungudi Kecamatan Trawas

Mojokerto – Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Pengabdian Masyarakat dengan menghadirkan inovasi alat penebar pupuk berbasis pipa di Desa Kedungudi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Inovasi ini bertujuan untuk membantu petani dalam meningkatkan efisiensi proses pemupukan serta mengurangi beban kerja manual yang selama ini masih dominan dilakukan secara tradisional.

Program ini berangkat dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa sebagian besar petani di Desa Kedungudi masih melakukan pemupukan dengan cara menabur pupuk menggunakan tangan. Metode tersebut dinilai kurang efektif karena membutuhkan tenaga besar, memakan waktu lama, serta menyebabkan penyebaran pupuk yang tidak merata. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada produktivitas tanaman, tetapi juga berpotensi menimbulkan kelelahan fisik bagi petani, terutama pada lahan pertanian yang luas.

Melalui pendekatan deskriptif, mahasiswa Pengabdian Masyarakat Untag Surabaya melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi sosial dan aktivitas pertanian masyarakat. Berdasarkan hasil observasi tersebut, mahasiswa merancang alat penebar pupuk sederhana berbahan dasar pipa yang mudah digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan petani setempat. Alat ini dirancang agar dapat membantu petani menaburkan pupuk secara lebih merata dan sesuai dosis, tanpa memerlukan teknologi yang rumit atau biaya yang besar.

Desa Kedungudi sendiri merupakan wilayah pertanian dengan potensi alam yang cukup besar. Namun, keterbatasan akses terhadap teknologi pertanian modern membuat petani masih mengandalkan cara-cara konvensional dalam mengelola lahan. Kehadiran alat penebar pupuk berbasis pipa ini diharapkan mampu menjadi solusi Teknologi Tepat Guna yang aplikatif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari petani.

Selain memberikan manfaat dari sisi teknis pertanian, inovasi ini juga memiliki nilai ekonomis. Dengan penggunaan pupuk yang lebih terkontrol, petani dapat mengurangi pemborosan dan menekan biaya produksi. Efisiensi tersebut berpotensi meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani. Bahkan, dalam jangka panjang, alat ini dapat dikembangkan sebagai produk lokal yang diproduksi secara mandiri oleh masyarakat desa.

Dari aspek keberlanjutan lingkungan, alat penebar pupuk ini tergolong ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar maupun tenaga listrik. Penggunaannya mendukung praktik pertanian berkelanjutan yang hemat energi dan tidak menimbulkan emisi gas buang. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan pertanian di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana akademik, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata atas permasalahan di tingkat desa. Melalui inovasi sederhana namun fungsional, mahasiswa Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berupaya mendorong terciptanya pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan di Desa Kedungudi. Info/red