
Surabaya – Menabung Air Foundation (MAF) dan Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup (PGLH) – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendidikan lingkungan, konservasi air, pengelolaan sampah, serta pengembangan generasi muda peduli iklim di Indonesia.
Acara berlangsung di Jakarta dan dihadiri oleh Ketua MAF Yulia Ayu Srikanthi, Kepala PGLH-KLH Jo Kumala Dewi, serta Kapokja Adiwiyata Siti Mariam dan mitra strategis lainnya.
Menurut Ketua MAF, Yulia Ayu Srikanthi, kemitraan ini membuka peluang sinergi yang kuat antara gerakan masyarakat dan arah kebijakan nasional, demi menjawab krisis air yang makin nyata.
“Kami ingin konservasi air bukan hanya menjadi kampanye, tapi tertanam dalam pendidikan dan praktik hidup masyarakat. Dengan dukungan KLH, gerakan ini bisa bertumbuh lebih luas dan terstruktur,” ungkap Yulia.
Ruang Lingkup Kerja Sama
MoU ini mencakup kolaborasi edukasi konservasi air dan pengelolaan sampah di sekolah dan desa, integrasi lubang resapan biopori dalam program Adiwiyata dan kampung iklim, pelatihan kader dan guru, pengembangan media edukatif, serta dukungan fasilitasi dan replikasi program lintas wilayah.
Kepala PGLH-KLH, Jo Kumala Dewi, menyampaikan bahwa kerja sama ini mendukung strategi KLH dalam membentuk generasi lingkungan hidup yang aktif dan berdaya.
“Kami menyambut baik sinergi ini karena sejalan dengan arah pembinaan karakter lingkungan hidup sejak dini, baik di sekolah maupun di komunitas,” tegasnya. Info/red

Berita Lainnya
Indonesia Coffee Expo 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Ekosistem Kopi dari Hulu hingga Gaya Hidup
Liburan Keluarga Impian Tanpa Macet di Avery Hotel & Waterpark
Menabung Air Foundation Menilik Pengelolaan Ciliwung sebagai Pengelolaan Air dari Hulu ke Hilir bersama Mat Peci