8 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya Telan Korban Jiwa 127 Orang

15 / 100 SEO Score
kerusuhan di stadion kanjuruhan 2 suporter arema fc meninggal dunia igg

Malang – Liga 1 2022 secara resmi ditunda sementara setelah kejadian keributan yang meledak seusai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya.

Duel Arema FC versus Persebaya Surabaya tersaji dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022.

Pertarungan Arema FC kontra Persebaya Surabaya dihelat di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022.

Bermain di kandang, Arema FC justru dikejutkan dengan penampilan apik Persebaya Surabaya.

Tiga gol Persebaya Surabaya diciptakan oleh Juninho pada menit kedelapan, Leo Lelis (33′), Sho Yamamoto (51′).

Sedangkan Arema FC sempat membuat dua gol melalui Camara (42′ serta 45+2′).

Seusai laga Arema FC menghadapi Persebaya terdapat kejadian memilukan di mana adanya kericuhan yang amat besar.

Bahkan, insiden ini dikabarkan menimbulkan banyak korban jiwa.

Selain itu, sejumlah fasilitas Stadion Kanjuruhan juga menjadi sasaran amuk massa dan rusak.

Direktur PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Akhmad Hadian Lukita, merasa iba dengan kejadian tersebut.

Lukita juga menyampaikan rasa belasungkawa atas timbulnya korban.

“Kami prihatin dan sangat menyesalkan peristiwa tersebut,” kata Akhmad Hadian Lukita, 2 Oktober 2022.

“Kami ikut berdukacita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” sambung Hadian.

Sebagai operator Liga 1 2022, PT Liga Indonesia Baru pun mengambil langkah cepat pasca-terjadinya keributan massal.

PT Liga Indonesia Baru resmi menunda Liga 1 2022 selama satu pekan.

Keputusan itu juga telah mendapat rekomendasi dari petinggi PSSI.

“Keputusan tersebut kami umumkan setelah kami mendapatkan arahan dari Ketua Umum PSSI.”

“Ini kami lakukan untuk menghormati semuanya dan sambil menunggu proses investigasi dari PSSI,” ujar Hadian.

Korban meninggal tragedi Kanjuruhan imbas duel Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1, Sabtu (1/10), mencapai 127 orang.

Kabar mengenai korban meninggal dari kerusuhan di Stadion Kanjuruhan itu disampaikan Radion Elshinta dalam cuitan melalui akun Twitter resmi.

Dalam cuitan itu Kapolda Jawa Timur Irjan Pol Nico Afinta mengatakan dari 127 korban meninggal, dua di antaranya polisi.

“Imbas kerusuhan yang terjadi di laga Arema vs Persebaya, total 127 orang meninggal dunia, 2 diantaranya petugas polisi, 34 orang meninggal di stadion, sisanya meninggal di rumah sakit,” kata Nico Afinta dikutip dari Elshinta.

Insiden di Kanjuruhan bermula dari kemarahan suporter tuan rumah yang tidak terima Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya di Liga 1.

Suporter mengamuk masuk ke lapangan, namun mendapat dihalau petugas kepolisian. Tembakan gas air mata yang dilepaskan polisi ke arah suporter membuat penonton panik dan kocar-kacir.

Akibat tembakan itu banyak suporter terinjak-injak dan mengalami sesak napas. Kerusuhan tidak saja terjadi di dalam stadion, tetapi juga meluas ke luar dan sekitar Kanjuruhan.

Sementara itu dikutip dari detik, kericuhan bermula saat para suporter Arema menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya. Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.

Sebanyak delapan kendaraan polisi dirusak dan dibakar massa. Rinciannya sebanyak lima unit dirusak dan digulingkan, sedangkan tiga lain dibakar nyaris menyisakan kerangka. Info/red

15 / 100 SEO Score