24 February 2024

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kunjungi Jatim, Puan Maharani Resmikan Taman Pemuda Soekarno


56
/ 100


PDIP Jatim Puan Maharani 19012024

Ngawi – Ketua DPR RI, Puan Maharani, meresmikan Taman Pemuda Soekarno di Jalan Ring Road Barat, Ngronggi, Kabupaten Ngawi, Jumat (19/1/2024). Peresmian tersebut sekaligus menjadi kunjungan pertamanya dalam kegiatan kunjungan kerja (kunker) di Jawa Timur yang akan berakhir hingga 22 Januari mendatang.

Dalam peresmian tersebut, Puan mengingatkan pentingnya akan menghargai dan melestarikan sejarah agar generasi penerus tidak melupakan para pendiri bangsanya. “Selama kita tidak bisa menghargai para pendahulu kita, para pahlawan kita, maka bangsa ini akan seperti bangsa yang lupa kacang akan kulitnya,” ujar Puan.

Menurut Puan, sudah menjadi tugas bersama untuk dapat terus mengingatkan setiap lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, tentang sejarah Bangsa Indonesia. “Salah satunya adalah tentang sejarah tokoh proklamator Indonesia, Presiden pertama Republik Indonesia yaitu Bung Karno beserta seluruh ajaran-ajarannya,” jelasnya.

“Maka saya apresiasi adanya kawasan Taman Pemuda Soekarno di Kabupaten Ngawi ini. Semoga sejarah Bung Karno dan ajaran-ajarannya bisa diperkenalkan ke generasi muda dengan cara yang menyenangkan di tempat ini. Ini salah satu tempat berkumpulnya anak muda yang tadi saya bicara ini tempat bagus banget ya. Modelnya model milenial. Pas buat anak muda, simpel, dan hijau,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Dalam kesempatan itu, Puan juga menjelaskan sejarah Bung Karno yang juga sangat berpihak kepada wong cilik (masyarakat kecil, red). “Ajaran agar selalu berpihak kepada wong cilik, kepada wong cilik, kepada wong cilik. Kenapa wong ciliknya saya sebut tiga kali, karena memang kita harus selalu berpihak kepada wong cilik, rakyatnya Indonesia, masyarakatnya Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah, yang juga hadir dalam peresmian tersebut, mengatakan keberpihakan Puan Maharani mengenai sejarah dan wong cilik harus terus diperjuangkan dan tetap menjadi konsen pemerintah

“Karena bagi saya itu legacy DPR dan pemerintah. Kita bersama-sama berkepentingan agar kemiskinan extrem nol persen. Hanya 1,2 persen yang saat ini tercapai. Dan itulah yang kami perjuangkan. Itulah nasib wong cilik yang tidak boleh kita lupakan, tidak boleh kita tinggalkan. Hati, rasa, pikiran kita selalu tertuju pada wong cilik,” ujar Said.

Said juga mengingatkan, bahwa PDI Perjuangan senantiasa mengingatkan jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karena akar dari PDI Perjuangan itu adalah wong cilik, kaum sandal jepit, kaum Marhaen.

“Maka wong cilik itulah yang paling menjadi konsen Mbak Puan bagaimana wong cilik ini terus-menerus kita tumbuh kembangkan. Tingkat kemiskinan tahun demi tahun akan kita tekan sedemikian rupa hingga tingkat kemiskinan kita menurun,” jelasnya.

Hadir dalam peresmian tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sri Rahayu, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Johan Budi Sapto Pribowo, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari Bisowarno, Wakabid Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jatim, Budi Sulistyono, serta Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko. Info/red


56
/ 100


Verified by MonsterInsights