
Surabaya – PT. Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) berdiri tahun 1978 merupakan perusahaan produsen lembaran aluminium.
Selama 2021 di tengah krisis akibat pandemi dan gejolak ekonomi dunia, ALMI mencatat kenaikan penjualan lebih dari 50 persen terutama untuk pasar ekspor.
Alim Markus Presiden Direktur ALMI mengatakan meskipun pasar ekspor belum pulih sepenuhnya akibat pandemi, manajemen Perseroan berupaya melampaui angka 50%untuk tahun buku 2022.
Perseroan telah melakukan aksi korporasi di kuartal IV tahun lalu, sehingga modal Perseroan naik sebesar USD 36,7 juta.
Akibat aksi korporasi ini kinerja keuangan Perseroan di tahun 2022 membaik, karena menurunnya beban bunga pinjaman, sehingga kinerja operasional perusahaan dapat lebih maksimal.
“Kinerja penjualan Perseroan ditopang adanya kenaikan harga aluminium dunia,di mana sepanjang tahun 2021, harga aluminium melonjak hampir 40 persen di London Metal Exchange,” jelas Presiden Komisioner ALMI Welly Muliawan.
Perseroan menjajaki kerjasama dengan Kanada untuk menopang permodalan dan peningkatan produksi. Sehingga kinerja perusahaan dapat lebih ditingkatkan baik dari sisi penjualan, suplai bahan baku, produksi dan bantuan teknis dari investor.
Tahun 2022 situasi dunia dan usaha nasional diharapkan dapat mulai normal, sekalipun masih terpengaruh perang Rusia dan Ukraina.
Perseroan secara bertahap tetap melakukan pembenahan secara internal dan menjalin kerja sama bisnis baik di pasar domestik maupun ekspor. Sehingga kedepannya dapat bertahan terhadap dampak multikrisis di dunia.
Direktur ALMI, Wibowo Suryadinata menjelaskan bahwa ALMI tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1997. ALMI merupakan Maspion Group saat ini memiliki kapasitas produksi aluminium sheet sebanyak 144.000 ton, dan produksi aluminium foil sebesar 18.000 ton.
“ALMI memiliki lini produk Aluminium sheet dan Aluminium Foil dengan pasar utama ke manca negara, terutama ke Amerika Serikat,” jelas Wibowo Suryadinata dalam paparan publik di Sky Balroom Mex, lantai 7, 18 Juli 2022. info/red

Berita Lainnya
Driver Ojol Kini Bisa Beli Rumah Subsidi Tanpa DP
ETF Emas Akan Segera Hadir di Pasar Modal Indonesia
Mahasiswa Doktoral IPB Diskusi Pangan dan Manajemen di Bogasari