
Surabaya, Pustakalewi.com – Kegiatan Temu Rencang 2025 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Himakota Untag) pada Selasa, 15 April 2025, menjadi ajang inspirasi bagi mahasiswa, khususnya di bidang desain grafis
Temu Rencang tahun ini yang diadakan di Ruang Auditorium R. Ing Soekonjono Untag Surabaya mengambil tema “Aktualisasi antara Figur dan Achievement dalam Menginspirasi Mahasiswa”.
Kegiatan dibuka secara simbolis dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan Hymne Untag. Kemudian sambutan yang masing-masing disampaikan oleh Ketua Himakota Untag Celine Oxcy Yobellina Djaja, Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Mohammad Insan Romadhan, S.I.Kom., M.Med.Kom, dan Ketua Pelaksana Rara Dify Aidillah.
Ada dua narasumber yang dihadirkan dalam Temu Rencang 2025 yaitu Arya Firman Setiawan dan Muhammad Zulfa Hidayatullah. Keduanya meskipun masi berstatus mahasiswa aktif di Ilmu Komunikasi, namun sudah berperan secara professional di bidang desain grafis.
Arya Firman Setiawan menduduki posisi desain grafis di PT Disway Rumah Berita, sebuah media terkemuka di Jawa Timur. Dalam pemaparannya, Arya menjelaskan dasar-dasar desain kemasan. Disinggung juga terkait pola pikir penting dalam desain adalah “Ini adalah pertandingan marathon, bukan lari 100 meter”. Kutipan ini diambil dari Phillip Calvin McGraw, seorang penulis buku dan figure penting dalam dunia televisi.
Maksud dari kutipan tersebut adalah bahwa kehidupan ini berjalan bertahap-tahap seiring waktu. Kehidupan manusia penuh dengan inspirasi, motivasi, dan lain-lain. Menyambung hal ini, desain dalam kemasan berfungsi sebagai guna, informasi, kualitas, dan menarik.
Sementara itu Muhammad Zulfa Hidayatullah juga telah berkecimpung di dunia professional sebagai seorang pekerja bebas, juga seorang video editor di Harian Disway, Production House AWZ Entertainment, Creative Project, dan Catra Cuana Creative.
Muhammad Zulfa menjelaskan tentang prinsip dan proses desain kemasan. Sebuah desain harus mencerminkan sesuai dengan produknya. Proses desain kemasan ialah menentukan judul produk dan cerita produk. Lalu lakukan desain yang cocok dengan produk yang mau dikemas beserta lakukan brainstorming dan riset.
Didukung oleh media partner DMC, Kotagtv, dan Box Radio, acara ini tidak hanya menumbuhkan semangat berkarya, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar akademik dan dunia kreatif. Temu Rencang 2025 menjadi langkah nyata Himakota Untag dalam mendorong prestasi dan potensi mahasiswa Ilmu Komunikasi.
(Pramodya)

Berita Lainnya
Kerjasama BPOM dan Ubaya Dorong Unit Uji Klinis Pertama di Jatim
FINNA ART 2026 Angkat Tema ‘Satu Meja, Sejuta Cerita, Bersama Finna Food’ dengan Hadiah Puluhan Juta Rupiah
Bukan Aib, Melainkan Mahakarya: Persekutuan Pewaris GKJW Rungkut Teguhkan Harga Diri Disabilitas