
Surabaya – Kebaktian Kenaikan Yesus Kristus yang dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Mei 2026. Kebaktian ini merupakan rangkaian dari perayaan Paskah, yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, setelah Ia wafat di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Adapun alur dari Paskah hingga Kenaikan Yesus Kristus dimulai pada Jumat Agung, yaitu saat Yesus disalibkan dan wafat sebagai penebusan dosa. Tiga hari kemudian, pada hari Paskah, Yesus bangkit dari kematian dan mengalahkan maut. Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Yesus berulang kali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, mengajar dan menguatkan iman mereka. Pada hari ke-40 setelah Paskah, yakni tepat pada tanggal 14 Mei 2026, Yesus naik ke sorga dalam sebuah peristiwa yang dikenal sebagai Kenaikan Yesus Kristus, menandai kemenangan-Nya secara sempurna serta janji-Nya untuk datang kembali kelak. Dengan demikian, Kebaktian Kenaikan Yesus Kristus menjadi puncak dari rangkaian karya keselamatan setelah kebangkitan, sekaligus penghubung menuju perayaan Pentakosta sepuluh hari kemudian.
Pada hari Kamis, pukul 09.00 WIB pagi, memiliki keunikan dengan pembukaan bulan Mardiko (Marturia, Diakonia, dan Koinonia). Ibadah syukur Kebaktian Kenaikan Yesus Kristus di bawah naungan Pendeta Dr. Budi Cahyono, M.Th dengan firman yang diambil dari Lukas 24: 44-53. Jemaat GKJW Ngagel mengupayakan bersaksi dalam Tuhan dengan perkataan (pemberitaan Injil) maupun perbuatan (menjadi garam dan terang dalam isu-isu sosial, keadilan, dan kebenaran). Contoh bentuk dari bersaksi dan melayani ialah dalam persembahan pujian Karawitan Sanggar Pangen Utami GKJW Ngagel dengan lagu “Tentrem Raharja” dan “Melok Gusti Yesus”.
Diakonia (διακονία) sendiri ialah gereja dipanggil melayani sesama yang menderita, miskin, dan terpinggirkan, mewujudkan kasih Kristus dalam tindakan nyata seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan kemanusiaan. Contoh yang akan disediakan ialah berupa pemeriksaan kesehatan pada tanggal 17 Mei pemeriksaan Kepadatan Tulang dan pada tanggal 24 Mei. Adapun ketiga, Koinonia (κοινωνία) adalah berupa gereja dipanggil membangun kebersamaan yang saling mengasihi, berbagi, dan mendukung sebagai tubuh Kristus, baik antarjemaat, antar-gereja, maupun dengan masyarakat luas.
Pembukaan bulan Mardiko 2026 dilakukan dengan membunyikan gong setelah ibadah syukur Kenaikan Yesus Kristus, dengan harapan jemaat melakukan Mardiko, yaitu Marturia, Diakonia, dan Koinonia, bukan hanya berkata-kata namun melakukannya. Sebelum membunyikan gong yang sudah tersedia, Pdt. Budi Cahyono meletakkan selendang kepada Pak Soegeng (Ketua Wilayah IV), Pak Kuncoro (Ketua Wilayah III), Pak Prasetyo Utomo (Ketua Wilayah II), dan Pak Agus Mulyo Subekti (Ketua Wilayah I). Kemudian adanya sambutan dari Ketua Panitia, Pak Danang, dalam pelaksanaan bulan Mardiko atau bulan Kaspel. Ia berharap jemaat-jemaat GKJW Ngagel melakukan tiga hal: Marturia, Diakonia, dan Koinonia. Dalam bersaksi dan melayani secara humanis, jemaat tidak hanya aktif di dalam gereja, tetapi juga turun langsung ke tengah masyarakat dengan penuh keramahan dan kepekaan terhadap penderitaan sesama, tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun latar belakang sosial. info/red/pram

Berita Lainnya
Bangkitkan Soliditas dan kekuatan kebersamaan di dalam KPPM kota Surabaya
Charter Night Lions Club Surabaya Wira Nusantara Dikukuhkan dan Siap Mengabdi untuk Masyarakat
Suara Bising Ganggu Istirahat hingga Malam, Warga Dharmahusada Indah Surabaya Protes Lapangan Padel Atlas