
Sampang – Desa Olor memiliki beragam potensi pertanian mulai dari cabai besar, tomat, beras merah pamelen dan juga beras unggul nutri zink yang baik untuk mencegah stunting pada anak. Hasil pertanian Desa Olor diolah menjadi produk lain untuk meningkatkan nilainya.
Panen Raya Tomat dan Ekspose Potensi Unggulan Pertanian serta Pelaksanaan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu di Desa Olor Kecamatan Banyuates digelar dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi dan Wakil Hj. Vanny Abdullah Hidayat bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sampang Hj. Enny Yuliadi Setiyawan.
Hj. Tohir Ketua BPD mewakili Kepala Desa setempat menyampaikan kehadiran Ketua TP PKK bersama rombongan sangat dinantikan warga setempat untuk melihat potensi-potensi pertanian yang ada di Desa Olor.
“Desa Olor memproduksi saos dan juga produk lainnya berharap kedepannya dapat dibantu pemasarannya agar penduduk desa disini semakin antusias untuk bertani dan tidak perlu lagi ke luar negeri menjadi TKI, ” ujar Hj. Tohir.
Ketua TP PKK Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi memuji prestasi dari hasil sinergi semua pihak, yakni petani, OPD terkait, penyuluh dan sebagainya.
“Ini prestasi kita semua, petani, OPD dan semua yang berkontribusi di dalamnya, mari kita syukuri bersama untuk tercapainya ketahanan pangan masyarakat, ” ucapnya.
Hasil pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam terciptanya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sampang karena mampu menjaga ketersediaan pangan dan kecukupan gizi.
”Khususnya tomat yang paling tinggi penggunaannya dan dijuluki sebagai komoditas multi manfaat karena tomat banyak sekali dimanfaatkan masyarakat, untuk saus, makanan atau minuman,”ungkapnya.
Ia berharap masyarakat setempat terus termotivasi bertani, didukung stake holder dan penyuluh agar hasil pertanian semakin optimal.
“Saya berharap stakeholder hingga poktan terus termotivasi dalam bertani dan penyuluh dapat terus mendampingi poktan agar hasil Pertanian semakin optimal, ” harapnya. (Red.foto: dok.kominfo)

Berita Lainnya
Bursa Efek Indonesia Mulai Terapkan Short Selling
Alumni UK Petra Berhasil Sulap Jajanan Pasar Jadi Konten Kreatif untuk Gen Z
Provinsi Jatim Tawarkan Proyek Strategis senilai Rp73,7 Triliun di EJIF 2026