27 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

IPOT Beri Strategi Investasi Reksa Dana untuk Milenial

9 / 100 SEO Score
ipot bisnis

Surabaya,pustakalewi.com – Gelombang investor dari kalangan milenial yang masuk pasar modal di masa pandemi Covid-19 mendatangkan tantangan tersendiri. Dibutuhkan edukasi agar mereka tidak hanya sekadar ikut-ikutan tren investasi, tetapi juga agar semakin berkualitas dari sisi kemampuan investasinya.

Pasalnya, ada banyak kesalahan yang terlalu umum dilakukan investor pemula dari kalangan milenial, sehingga investasinya masuk ke “zona merah“ atau justru mengacaukan tata kelola keuangannya. Kesalahan-kesalahan umum tersebut biasanya pakai uang panas, tidak mengenali profil risiko, tidak punya tujuan investasi, Fear of Missing Out (FoMO), emosional hingga asal pilih produk investasi dan lain sebagainya.

Impersonator Kristo Immanuel, Psikolog Analisa Widyaningrum dan CEO Gatherich Ken Handersen berbagi pengalaman pribadi dan kesalahan yang dilakukan pada awal-awal investasi di gelaran FestiFund 2021, Minggu (29/8/2021).

Kristo Immanuel mengakui keengganannya melakukan riset value di awal-awal investasi sehingga membuat investasinya menjadi gegabah dan pernah terjebak pompom. Alhasil, investasinya justru mendatangkan kerugian.

Namun sebagai investor yang lambat-laun sadar dengan profil risikonya, Kristo tetap berinvestasi. Sikap seperti ini memang penting dimiliki investor pemula.

Investor sekaligus psikolog Analisa Widyaningrum menandaskan pentingnya mempelajari manajemen emosi. ”Biar tidak tidak kena mental, karena sekalinya ngedrop jadi kayak takut atau gegabah,” jelasnya.

Ken Handersen pun mengakui kalau di awal-awal investasinya ia gegabah dengan asal-asalan membeli produk investasi tanpa tujuan investasi yang jelas sehingga justru mengacaukan keuangannya karena gagal bayar.

Sementara itu Head of Investment Specialist Syailendra Capital, Mochamad Aldies Sageri melalui bahasan “Market Outlook: Babak Kedua 2021” mewanti-wanti investor milenial untuk due deligence pada produk reksa dana dan manajer investasinya serta tidak asal dengar dari teman atau FoMO di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang masih tersandera pandemi Covid-19. Terkait dengan porsi, terangnya, bisa diukur sesuai dengan preferensi masing-masing investor.

Pandangan senada diungkapkan Direktur Ciptadana Asset Management, Herdianto Budiarto. Ia menjelaskan secara alokasi untuk kuartal keempat 2021 memang tergantung dari preferensi risiko, tetapi jelang akhir 2021 kalau preferensinya moderat maka skemanya sebaiknya 30-30-40. 30% di equity fund, 30% di fixed income fund dan 40% di money market.

Pertimbangannya sederhana. Ketidakpastian equity lumayan masih tinggi. Fixed income fund diharapkan relatif stabil sampai akhir tahun. Money market memang paling rendah dari sisi return 4-4,5 persen, tetapi kemungkinan terjadinya kerugian itu kan yang paling kecil.

”Saat ini kita optimis, tapi tetap juga hati-hati. Alokasinya masih cukup signifikan di aset-aset yang risikonya rendah,” tandas Herdi.

Herdianto menambahkan investasi perlu waktu dan proses. ”Jadi kalau Anda berinvestasi, jangan berharap bisa mendapatkan keuntungan secara cepat. Kalau Anda ingin memperoleh keuntungan secara cepat, yang Anda lakukan bukan investasi tetapi spekulasi. Kenali reksa dana dan manajer investasinya serta pentingnya konsistensi,” pesannya.

Ia juga berpesan pada para investor milenial untuk pandai-pandai melakukan manajemen risiko di tengah virus Corona yang masih mengancam.

Hal senada diungkapkan Head of Distribution Partnership Mandiri Manajemen Investasi, Eriko Se yang menegaskan new insight terkait portofolio kuartal keempat 2021 bahwa profil risiko menjadi hal yang utama dalam penempatan portofolio investasi milenial jelang akhir tahun 2021.

Kalau agresif maka bobot sahamnya bisa lebih besar dibandingkan yang lain dan kalau moderat atau konservatif bobot fixed income dan money market bisa lebih besar.

Eriko lantas berpesan agar para investor pemula dari kalangan milenial tidak malas belajar karena media belajar investasi reksa dana saat ini sudah banyak platformnya mulai yang tulisan, audio hingga video.

“Tempat belajar saat ini sudah banyak, murah dan gratis. Media masa sudah banyak. IPOT juga reguler ngadain seminar edukasi. Udah nggak bisa nih kita bilang nggak bisa investasi, karena medianya sudah banyak dan aksesnya gampang,” pungkasnya. info/red

9 / 100 SEO Score