
Mojokerto – Festival Taman Dolanan 2022 digelar organisasi Taman Hidup Cakrawinata dengan mengangkat permainan tradisional. Kegiatan ini sudah kedua kalinya digelar di Kabupaten Mojokerto.
Festival Taman Dolanan 2022 diikuti 77 peserta. Mereka mengikuti enam cabang lomba permainan tradisional, yakni lomba ketapel, gobak sodor, boi-boian, kolase, rangku alu, dan estafet egrang.
Juara umum berhasil diraih Sekolah Dasar Negeri Sooko 1. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati berkesempatan menyerahkan piala penghargaan kepada pemenang, didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Disbudporapar, serta Ketua Organisasi Taman Hidup Cakrawinata di SMA Negeri 1 Sooko.
“Di tengah era modern seperti ini, sangat penting kita mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak. Tentunya selain melestarikan budaya, anak-anak juga akan bisa tumbuh berimbang di tengah teknologi dan seni budaya,” ujar Bupati Ikfina, pada Minggu (27/11/2022) sore.
Bupati Ikfina berharap, kegiatan semacam ini bisa rutin digelar di masing-masing sekolah. “Kita ingin kegiatan ini menjadi kegiatan rutin yang bisa digelar di masing-masing sekolah,” harapnya.
Bupati Ikfina pun mengucapkan rasa terima kasih dan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami sangat bangga, karena kegiatan ini diinisiasi oleh para pemuda Mojokerto yang kreatif dan peduli. Terima kasih, kedepannya mungkin bisa menggandeng Dinas Pendidikan dan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto untuk menggelar kegiatan selanjutnya,”ucapnya.
Sementara itu, Ketua Organisasi Taman Hidup Cakrawinata, Aldias Biung Sankra menjelaskan, organisasinya merupakan organisasi non profit oriented, yang berkonsentrasi pada kebudayaan, pendidikan serta kemanusiaan.
Menurut Sankra, keberhasilan kegiatannya kali ini bukan dihitung dari berapa jumlah peserta kegiatannya, namun seberapa banyak orang yang bisa bergabung dalam kegiatan serta tumbuh bersama.
“Jika dihitung jumlah peserta, kegiatan kami ini gagal, tetapi jika dihitung dari banyaknya orang yang ada di sini untuk belajar dan berproses bersama, target kami berhasil,”ungkap Sankra.
Sankra menambahkan, besar harapannya untuk melihat tumbuh kembang generasi masa kini yang berkarakter meski di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat.
“Keberhasilan kami adalah, bagaimana kita kedepan bisa melihat anak-anak pada masa kini yang tumbuh dengan berkarakter serta tidak tumpul oleh zaman,” imbuhnya. Info/red

Berita Lainnya
Walikota Eri Imbau Pengelola Mal Agar Tak Tinggikan Pagar, Surabaya Ini Aman
GMS Kota Kupang Hadirkan Saat Teduh Bersama Ps Philip Mantofa
Santika Indonesia Kenalkan Karier Perhotelan Lewat Program CSR Edukatif