
Surabaya – Bagi kebanyakan orang, Imlek identik dengan barongsai, lampion merah, dan angpao. Namun di balik kemeriahannya, Imlek sejatinya adalah titik balik kehidupan—sebuah momentum untuk menutup lembaran lama dan menyambut siklus baru dengan harapan yang lebih baik.
Hal itu disampaikan Dr. Olivia, S.E., M.A., Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra Surabaya, saat dikonfirmasi Selasa, (17/8/2026).
Ia menjelaskan Tahun 2026 sendiri memasuki Tahun Kuda Api, simbol kecepatan, energi, dan pertumbuhan pesat.
“Dalam budaya Tionghoa pesannya jelas inilah waktu untuk bergerak cepat, menyelesaikan hal tertunda, dan melaju dengan semangat baru,” Ucap Olivia.
Ia mengungkapkan pada akhirnya, esensi Imlek terletak pada keharmonisan relasi: dengan Langit, Bumi, dan sesama manusia.
“Ketiganya menjadi fondasi menuju kehidupan yang lebih seimbang dan bermakna,” imbuh Olivia.
Sebagaimana ungkapan: Kuda yang berlari kencang menandakan keberuntungan; kuda yang cepat menandai masa depan yang baik.info/red

Berita Lainnya
Sheraton Surabaya dan Siloam Hospital Gelar Pemeriksaan Kesehatan Jantung dan Pilates
Kenalkan Budaya Banyuwangi KAI hadirkan Gandrung On Train Meriahkan Perjalanan KA Sangkuriang
Empat Wisudawan Inspiratif Warnai Wisuda UKWMS 2026