
“Dari Krisis Kemuridan hingga Tekanan Spiritual: Mencari Makna Nilai Kekristenan di Tengah Kegelisahan Generasi Z”
Surabaya – Sebuah kasus bunuh diri terjadi karena stres berat dengan permasalahan nilai buruk, hubungan sosial yang buruk, dan faktor lainnya. Mahasiswa tersebut terjun dari lantai 6 gedung kampusnya.
Pada Urban Mission Consultation, tanggal 6 Februari 2026 hari Jumat, diadakan diskusi bersama. Salah satu kelompok Urban Youth di bawah naungan Risma K. Lumalessil Urban Youth berada di Universitas Kristen Petra, Gedung B lantai 3.
Pemuda-pemudi adalah anak yang beranjak dewasa. Mereka memiliki permasalahan rumit terkait dunia pekerjaan dan perkuliahan. Generasi Z sangat rentan secara spiritual dan mental.
Tekanan pada generasi Z terjadi karena FOMO (fear of missing out), ketakutan tertinggal, dan sebagainya. Kegelisahan spiritual Urban Youth tercermin dari perasaan bahwa doa tidak menembus keputusan hidup, dan Firman tidak menemani kelelahan pemuda-pemudi.
Sastra Budiharja, selaku pemimpin Kristen Petra Christian University, menjelaskan tentang “Nilai Kekristenan” dengan mengungkap data menarik terkait persentase partisipan atau kelompok yang terkait dengan nilai-nilai Kristen. Data numerik yang tercantum menunjukkan proporsi sebesar 25 dari 28, atau setara dengan 83,29%, yang mengindikasikan tingkat penerimaan atau keterlibatan yang sangat tinggi dalam konteks kajian tersebut. Selain itu, disebutkan pula bahwa jumlah partisipan perempuan yang terlibat mencapai sekitar 1,5 juta orang, menandakan cakupan demografis yang luas serta fokus yang kuat pada peran perempuan dalam studi ini.
Ritual kekristenan yang dijalani pemuda-pemudi cenderung hanya terlibat dalam pelayanan dan ibadah umum gereja, seperti sebagai MC, penyanyi, atau pemain alat musik. Namun, mereka mengalami krisis kemuridan. info/red/pram

Berita Lainnya
Kebersamaan dalam Kristus: Pelantikan Pengurus PGIW Jawa Timur 2026–2031 Berlangsung Khidmat
Universitas KristenPetra Gelar Wisuda ke-89, Sebanyak 582 Ma Diwisuda
RS Ubaya, Tegaskan Komitmen Layanan dengan Hati di Usianya Yang ke-3