12 June 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Dari Dipulihkan ke Memulihkan: Menggali Injil yang Utuh dalam Pelayanan Perkotaan

60 / 100 SEO Score

WhatsApp Image 2026 02 06 at 09.13.41

“Dari Dipulihkan ke Memulihkan: Menggali Injil yang Utuh dalam Pelayanan Perkotaan”

Surabaya – Acara Urban Ministry Consultation (UMC) telah melewati satu hari pada tanggal 6 Februari 2026. Pada hari kedua, dengan tema “Restored to Restore”, acara dilangsungkan di Gedung B, Petra Hall Performance. Sesi pertama sebagai pembukaan dibawakan oleh Ps. Michael Chrisdion dengan tema “Dipulihkan untuk Membawa Pembaharuan”.

Beliau menjelaskan tentang Menjadi Baru (Replaced) dan Membuat Jadi Baru (Renewed). Namun artinya bukan membuat hal-hal baru, melainkan menjadi baru. Beliau mengambil Wahyu 21:2–3 sebagai landasan mengenai Replaced dan Renewed.

Salah satu masalah terhadap “Injil yang Terpotong” adalah kecenderungan untuk hanya melihat Yesus sebagai Juruselamat pribadi di saat krisis atau kesulitan, tanpa memahami peran-Nya yang lebih luas dalam kehidupan, sejarah, dan dunia. Penginjilan menjadi individualistis dan berfokus hanya pada keselamatan pribadi, tanpa memperhatikan tanggung jawab sosial, keadilan, atau pemulihan ciptaan.

Injil yang lengkap mencakup: Penciptaan, Kejatuhan, Penebusan, dan Pembaharuan. Namun warga Kristen sudah mengalami semua tahapan itu, namun juga belum mengalaminya sepenuhnya. Beliau mengambil ilustrasi Delivery/GoFood: pelanggan sudah memesan makanan, namun belum merasakan kenyangan karena kiriman masih dalam perjalanan.

Keselamatan dari Tuhan sering kali dipahami secara sempit sebagai proses manusia diselamatkan dari dunia menuju surga setelah kematian. Namun, perspektif yang lebih holistik dan alkitabiah menekankan bahwa keselamatan sejati adalah tentang turunnya realitas surga ke bumi untuk mengubah dan memulihkannya. Fokusnya bukan pada pelarian dari dunia, melainkan pada transformasi dunia oleh kehadiran dan pemerintahan Allah.

Oleh karena itu, iman Kristen bukan hanya mengenai harapan untuk kehidupan nanti, tetapi juga panggilan untuk ikut serta dalam karya pemulihan Allah di sini dan sekarang. Orang percaya diajak untuk membawa nilai-nilai Kerajaan Surga—seperti keadilan, perdamaian, dan kasih—ke dalam setiap aspek kehidupan duniawi, sehingga bumi semakin mencerminkan tatanan surgawi yang Allah kehendaki. info/red/pram

60 / 100 SEO Score