
Surabaya – Coca-Cola telah berjanji untuk menggunakan wadah yang dapat digunakan kembali untuk setidaknya pada 25 persen minumannya pada tahun 2030. Seperti dilaporkan AFP, Coca Cola masih di bawah tekanan dari para pemerhati lingkungan atas kebijakan pengemasannya.
Perusahaan raksasa minuman soda itu mengumumkan janjinya pada Kamis (10/2/2022), dengan menyatakan kemasan akan diterapkan secara global melalui kaca dan botol plastik yang dijualnya ke konsumen dan melalui wadah yang digunakan di air mancur soda dan dispenser.
“Kontainer isi ulang menyumbang sekitar 16 persen dari total volume pada tahun 2020. Kemasan yang dapat digunakan kembali adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi limbah, menggunakan lebih sedikit sumber daya, dan menurunkan jejak karbon kami untuk mendukung ekonomi sirkular,” kata Ben Jordan, direktur senior pengemasan dan iklim di Coca-Cola.
Tetapi koalisi #Breakfreefromplastics hanya memberikan pujian terbatas. Koalisi pernah menilai perusahaan sebagai pencemar plastik teratas dunia karena sejarah penggunaan wadah plastik sekali pakai.
“Pengumuman Coke bahwa mereka memperluas target kemasan yang dapat digunakan kembali secara global jelas merupakan langkah ke arah yang benar,” komentar Emma Priestland, koordinator kampanye korporat global untuk grup tersebut.
“Namun, serangkaian janji yang dilanggar perusahaan pada masa lalu, memaksa kami untuk menyambut pengumuman ini dengan sedikit skeptis,” tambahnya.
Kelompok advokasi As You Sow, yang telah menyusun proposal pemegang saham yang mendesak penggunaan botol isi ulang lebih besar, memuji pengumuman tersebut.
Conrad MacKerron, wakil presiden senior kelompok itu, mengaku senang dengan komitmen Coca-Cola. Dia menambahkan bahwa, tindakan ini berpotensi mengurangi secara substansial jumlah botol plastik sekali pakai yang digunakan, banyak kemasan di antaranya berakhir di polusi plastik di lautan.
Seperti As You Sow katakan, pihak lembaga akan melakukan analisis tambahan terhadap janji tersebut untuk menentukan apakah akan menarik kembali proposal pemegang sahamnya. info/red

Berita Lainnya
OJK Sebut Keuangan Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
Binaan Bank Indonesia UMKM Teh Gambyong Kemuning Tingkatkan Produksi 40 Persen
Enam KRL INKA Kembali Melaju, KAI Pastikan Keselamatan