
Kediri – Kondisi Kabupaten Kediri berangsur kondusif usai kericuhan yang terjadi pada Sabtu (30/8) lalu. Menyikapi perkembangan situasi tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memutuskan mencabut surat edaran bupati terkait pemberlakuan jam malam bagi pelajar.
Keputusan itu diumumkan Mas Dhito saat menghadiri pengajian akbar peresmian SDI Ulumiah Al Ma’ruf, Desa Tertek, Kecamatan Pare, Senin Malam (8/9).
“Saya cabut surat edaran bupati, saya tetapkan per malam ini saya nyatakan Kabupaten Kediri sudah menjadi kabupaten yang guyub rukun, adem tentrem gemah ripah loh jinawi,” tegas Mas Dhito di hadapan jamaah.
Bupati Kediri juga menyoroti fakta bahwa mayoritas pelaku aksi anarkis adalah pelajar SMP dan SMA. Meski menyayangkan kejadian tersebut, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan.
“Gedung yang hangus terbakar itu bisa kita bangun. Arsip yang hilang bisa kita cetak kembali, bangunan yang hancur bisa kita perbaiki. Tapi yang menjadi persoalan, mayoritas pelaku anarkisme adalah anak pelajar,” ungkapnya.
Mas Dhito menegaskan Pemkab Kediri tidak memberikan toleransi terhadap siapapun pelaku tindakan anarkis. Ia pun menitipkan pesan kepada masyarakat, khususnya orang tua, untuk turut serta menjaga dan mendidik generasi muda.
“Bapak Ibu, saya titip betul. Saya tidak bisa bekerja sendiri tanpa bergandengan erat dengan panjenengan semua,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pemkab dan aparat keamanan dalam memulihkan kondisi Kediri.
“Saya sampaikan apresiasi kepada Bapak Bupati dan Bapak aparat keamanan yang telah bisa segera memulihkan kembali Kabupaten Kediri,” kata Gus Ipul.
Dengan pencabutan aturan jam malam, Pemkab Kediri berharap suasana kondusif terus terjaga dan menjadi momentum bagi semua pihak untuk bergotong-royong membangun daerah pasca kericuhan. info/red

Berita Lainnya
PDI Perjuangan Surabaya Kawal Proses PAW, Tunggu Persetujuan Gubernur
Bupati Ipuk Apresiasi Peran Masyarakat Jaga Tradisi, Jadi Kunci Pariwisata Banyuwangi
DPC PDI Perjuangan Trenggalek Solid, Konsolidasi Internal