
Yogyakarta — Guna memberi pemahaman mendalam tentang kebijakan makro prudensial terbaruDirektur Departemen Kebijakan Makro Prudensial, Nugroho Joko Prastowo memberikan penjelasan mendalam kepada Awak media Jawa Timur dalam acara Capacity Building dan Media Gathering di Hotel Alana, Yogyakarta, Jumat (26/7/2024).
Dalam penjelasannya ,Nugroho menilai,bahwa kebijakan ini bukan hanya berfokus pada pusat, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak positif yang signifikan di berbagai daerah di Indonesia.
“Meski kebijakan ini diluncurkan dari kantor pusat di Jakarta, implementasinya memiliki efek yang jauh lebih luas,” kata Nugroho.
Ia menjelaskan, bahwa meski kantor pusat kebijakan berada di Jakarta, banyak proyek penting dan penyaluran kredit dilakukan di daerah-daerah.
Contohnya, proyek-proyek di sektor pertambangan dan hilirisasi yang tersebar di berbagai wilayah, seperti pengembangan nikel di Sulawesi dan hilirisasi pangan sawit di Sumatra, mendapatkan insentif dari kebijakan ini.
Nugroho menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memotivasi bank-bank di Jakarta agar lebih aktif dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang berpotensi mendapat insentif.
“Dampak dari insentif ini tidak hanya dirasakan di Jakarta, tetapi juga di daerah-daerah yang menjadi lokasi proyek,” ungkap Nugroho.
Ia meyakini, bahwa motivasi tambahan ini akan mengakselerasi investasi di sektor-sektor kunci yang membutuhkan dukungan finansial.
Tak hanya itu,pihaknya juga menyoroti hilirisasi di Jawa Timur, yang juga memperoleh manfaat dari kebijakan ini.
“Contohnya, smelter di Gresik mendapatkan insentif dari kebijakan ini, yang tentunya akan memacu kegiatan hilirisasi di Jawa Timur,” tandasnya.
” Hal ini diharapkan dapat mendorong perkembangan industri lokal dan memberikan dampak positif pada perekonomian regional,” imbuh Nugroho.
Nugroho menegaskan, bahwa kebijakan makro prudensial ini dirancang untuk menciptakan efek rembesan yang positif.
“Manfaat dari kebijakan ini akan dirasakan tidak hanya oleh bank-bank yang mendapatkan insentif, tetapi juga oleh masyarakat dan ekonomi di daerah-daerah tersebut,” terangnya.
Ia berharap, dengan kebijakan ini dapat mengoptimalkan potensi daerah dan mendorong pengembangan sektor-sektor strategis yang berkontribusi pada kemajuan ekonomi nasional.
Selain itu,imbuh Nugroho,dengan kebijakan makro prudensial tidak hanya mempengaruhi perekonomian di pusat tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah, menciptakan peluang baru, dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Acara Capacity Building dan Media Gathering ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih dalam mengenai kebijakan makro prudensial dan bagaimana kebijakan tersebut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh Indonesia. Info/red

Berita Lainnya
Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Ada Yang Harganya Capai Rp 25 Ribu/Liter
Diskon Listrik 50 Persen PLN Hadir Lagi di April 2026
Gelar Rakernas di Senggigi,IHGMA Rumuskan Solusi Jitu Hadapi Tantangan Domestik Maupun Global