19 August 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

AWMI Minta Rumah Sakit di Indonesia Kembangkan Wisata Medis

15 / 100 SEO Score
awmi

Surabaya Asosiasi Wisata Medis Indonesia (AWMI) terus mendorong rumah sakit (RS) di Indonesia mengembangkan layanan wisata medis yang terkoneksi dengan layanan wellness.

Ketua AWMI, dr Taufik Jamaan SpOG mengatakan, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari 1,5 tahun bisa menjadi momentum untuk mengembangkan industri pariwisata kesehatan Indonesia.

Pasalnya, sebelum pandemi banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih berobat ke luar negeri. Padahal dari sisi kualitas sudah banyak rumah sakit di Indonesia yang memiliki standar internasional.

“Sebelum pandemi, memang devisa Indonesia banyak lari ke luar negeri karena sekitar 2 juta masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun, nilainya sekitar Rp 100 triliun. Dengan adanya pandemi, pintu masuk ke beberapa negara ditutup. Seharusnya ini bisa dijadikan peluang untuk mengembangkan wisata medis atau medical tourism di Indonesia,” kata Taufik Jamaan, Rabu (29/12/2021).

Taufik mengatakan, dalam pengembangan wisata medis, daerah yang menjadi lokasi wisata medis tersebut menjadi hub atau penghubung antara sisi medis dan wellness.

“Kebetulan saya dokter kandungan di program bayi tabung. Sebelum program dijalankan, pasien kadang stay dulu selama satu minggu di resort. Di sana mereka melakukan terapi, akupuntur, yoga, detoks dan segala macam, jadi kondisi mereka lebih fresh yang bisa membuat keberhasilan program jadi lebih tinggi,” ungkap Taufik.

Selain di Bali, Taufik mengatakan pengembangan wisata medis saat ini juga tengah didorong di Jawa Barat, Banten, Bangka Belitung, Yogyakarta, Mandalika, Nusa Tenggara Barat hingga daerah Danau Toba.

Sebanyak 15 rumah sakit juga telah ditunjuk oleh pemerintah untuk menjadi percontohan wisata medis atau kesehatan, di antaranya, RS Siloam Karawaci, RS Mayapada Lebak Bulus, RS Eka Hospital BSD, RS Cipto Mangunkusumo, Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, RS Kepresidenan Gatot Soebroto, RS Sanglah Bali, hingga RS Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Saat ini pemerintah sedang fokus mengembangkan wisata medis di Bali. Di Indonesia sendiri ada sekitar 2.500 rumah sakit swasta, ini akan terus kita dorong. Tidak harus dengan standar yang tinggi di semua layanan, cukup satu atau dua layanan saja, misalnya khusus untuk fertility, jantung, kanker, atau untuk ortopedi. Jadi rumah sakit tersebut punya keunggulan, menjadi sebagai center,” kata Taufik. info/red

15 / 100 SEO Score