17 April 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

AURUM TERRA: Simbol Kebangkitan Tata Kelola dan Daya Tawar Petani Kopi Lokal

53 / 100 SEO Score

UK Petra Kopi

AURUM TERRA: Simbol Kebangkitan Tata Kelola dan Daya Tawar Petani Kopi Lokal

Surabaya – Melalui hibah Australia–Indonesia Institute sebesar AUD 25.000, tim dosen UK Petra menjalankan program penguatan tata kelola dan digitalisasi bagi kelompok tani kopi PATUWEN di Malang, guna meningkatkan daya tawar mereka di pasar global. Rangkaian program tersebut mencapai puncaknya pada pameran “AURUM TERRA”.

Indonesia boleh saja merajai pasar kopi dunia, namun di balik setiap cangkirnya, masih ada petani kecil yang berjuang dengan harga yang tak sepadan. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Kristen (UK) Petra hadir membawa angin segar bagi para petani kopi.

Melalui hibah sebesar AUD 25.000 dari Australia–Indonesia Institute (AII), Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, tim dosen UK Petra melaksanakan sebuah program penguatan kapasitas petani kopi di Malang. Program ini berlangsung mulai 25 April 2025 hingga 28 Februari 2026, dengan fokus utama pada kelompok petani kopi PATUWEN.

“Tantangan serius masih sering dihadapi oleh para petani kopi, terutama dalam tata kelola usaha, perhitungan biaya produksi, pencatatan keuangan, serta akses pasar yang lebih luas. Produk kopi mereka sering kali berkualitas tinggi, tapi dijual dengan harga yang belum mencerminkan nilai sebenarnya,” ungkap Prof. Dr. Dra. Juniarti, M.Si., Ak., selaku Ketua Tim Hibah.

Bersama Hariyo Priambudi Setyo Pratomo, S.T., M.Phil. (Sustainable Mechanical Engineering and Design), Yohan Gunawan Henuk, S.E., M.M. (Digital Business Transformation), serta Hendri Kwistianus, S.E., M.M., CMA. (Business Accounting), tim dosen ini memberi pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada keberlanjutan usaha petani dalam jangka panjang. Pesertanya adalah komunitas PATUWEN, terdiri dari tiga kelompok tani kopi dan satu kelompok tani beras.

“Kelompok petani kopi dan beras ini rata-rata masih baru, melalui komunitas PATUWEN (di bawah naungan GKJW-Gereja Kristen Jawi Wetan), mereka diarahkan agar produksinya semakin berkualitas. Tapi di sisi lain, akses pembelajaran terkait tata kelola dan pemasaran yang diterima sangat kurang. Maka kami melalui hibah ini ingin memberikan pelatihan,” imbuh Prof. Juniarti.

Topik pelatihan yang diberikan oleh para tim dosen ini antara lain Perhitungan Biaya Produksi (Costing Training), Pelaporan Keuangan Digital, Blockchain dan E-Commerce, Pengembangan Konten dan Pemasaran Kreatif, Benchmarking dan Pertukaran Pengetahuan dengan Australia, serta Monitoring dan Evaluasi. Hadi Prastyowanto, perwakilan Kelompok Tani Berkah Tani Nyawiji Desa Sumberdem, salah satu peserta pelatihan, mengaku terbantu dengan adanya program ini.

“Kami merasa sangat terbantu, khususnya dalam memahami pengelolaan kopi secara menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari perawatan lahan hingga pascapanen. Selain itu, pelatihan manajemen keuangan memudahkan kami dalam pembukuan kelompok, sementara pelatihan media sosial membekali kami keterampilan membuat konten kreatif untuk mengenalkan produk dan kearifan desa kami ke pasar yang lebih luas,” cerita Hadi.

Lebih lanjut, Hadi menyebut bahwa program pendampingan tim dosen UK Petra ini telah membawa transformasi nyata bagi para kelompok tani, yang ditandai dengan meningkatnya kualitas hasil produksi mereka. “Harapannya kerja sama ini tidak berhenti sampai sini saja, melainkan terus tumbuh menjadi kolaborasi strategis yang berkelanjutan di masa depan,” kata Hadi penuh harap.

Puncak kegiatan dari pelaksanaan program hibah ini adalah dengan terselenggaranya “AURUM TERRA: Pameran Kelompok Tani Kopi & Tani Beras Sehat” pada 14-15 Maret 2026 di V-Junction, lantai 3, Ciputra World Surabaya. “Pameran ini menghadirkan kelompok petani kopi, kelompok tani padi beras sehat, dan kelompok usaha binaan GKJW. Tujuannya memperkenalkan produk kopi dan beras sehat, sekaligus membuka kesempatan penjualan maupun pertumbuhan produk-produk lokal berkualitas bagi para petani serta UMKM yang terlibat,” lanjut Prof. Juniarti. Dalam rangkaian pameran tersebut juga dihadirkan workshop terkait teknik pengolahan kopi pasca panen dan cara memahami selera pasar.

Melalui penguatan tata kelola yang profesional, program ini diharapkan menjadi katalisator bagi petani kopi PATUWEN untuk naik kelas. “Bukan sekadar meningkatkan aspek teknis, langkah ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan kemandirian dan daya tawar yang lebih kuat dalam rantai nilai industri kopi di Indonesia,” pungkas Prof. Juniarti. Info/red

53 / 100 SEO Score